Berita

Wakil Presiden Maruf Amin/Net

Politik

100 Hari Kerja Maruf Amin, Hensat: Beliau Banyak Menghilang

JUMAT, 31 JANUARI 2020 | 12:19 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin telah memasuki hari ke-100. Terdapat beberapa kebijakan dan kinerja kedua petinggi negara itu yang menjadi perhatian publik.

Analis politik dari lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio, menyampaikan kinerja Wakil Presiden Maruf Amin dalam 100 hari ini tidak bisa diharapkan.

“Ya, itu keberadaan Maruf Amin itu di periode kedua memang tidak bisa kita harapkan,” ucap Hendri kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (31/1).


Akademisi dari Universitas Paramadina ini membandingkan kinerja antara Maruf Amin dan Jusuf Kalla di tiga bulan pertama mendampingi Presiden Joko Widodo. Menurutnya, JK begitu aktif dalam kinerja Jokowi pada periode pertama dibandingkan Maruf Amin.

Dia menduga Maruf Amin hanya mendampingi Joko Widodo saja sampai menang.

“Mungkin, bisa saja, enggak tau ini harus diklarifikasikan. Jangan-jangan  memang kesepakatan mereka itu ya Pak Maruf Amin mendampingin Pak Jokowi hingga terpilih gitu,” katanya.

“Mungkin ada beberapa bagian saja pekerjaannya yang beliau bisa involved, kan,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa Hensat ini menunggu gebrakan kerja Maruf Amin sebagai Wakil Presiden lantaran selama ini mantan Ketua MUI itu lebih banyak menghilang dibandingkan bersama Jokowi.

“Kita menunggu juga gebrakan-gebrakan ekonomi syariah yang beliau gadang-gadang saat kampanye kan. Tapi selama 100 hari ini, beliau lebih banyak menghilang, daripada appear di masyarakat. Itu menjadi catatan penting menurut saya karena pasti rakyat Indonesia banyak yang membandingkan antara beliau dengan seorang Yusuf Kalla,” tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya