Berita

Pasien corona/Net

Kesehatan

Antisipasi, RSUD Al Ihsan Buka Posko Corona Virus

MINGGU, 26 JANUARI 2020 | 22:16 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ancaman virus corona yang belakangan mulai meresahkan masyarakat tanah air turut menjadi perhatian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan Jawa Barat.

Perhatian tersebut diwujudkan dengan dibukanya posko kesehatan untuk mewaspadai penyebaran virus 2019-nCoV tersebut.

Wakil Direktur Pelayanan Medik Penunjang dan Keperawatan RSUD Al Ihsan, Hadri Pramono mengatakan, posko mulai dibuka Senin besok (27/1) dan akan melayani masyarakat setiap hari.


“Ini adalah inisiatif kami untuk masyarakat. Nanti di posko ada dokter dan perawat yang stand by 7×24 jam. Posko akan buka sampai ada pemberitahuan selanjutnya dari Kemenkes bahwa masa kewaspadaan corona virus berakhir,” ucap Hadri dilansir Kantor Berita RMOLJabar, Minggu (26/1).

Posko tersebut dinamakan Pusat Informasi dan Krisis Center Novel Corona Virus RSUD Al Ihsan yang didirikan di depan pintu masuk instalasi gawat darurat (IGD).

Nantinya, posko akan memfasilitasi tes penyaringan (screening), pusat informasi, serta krisis center virus flu misterius yang saat ini sedang mewabah di China. Setiap pasien dan keluarga pasien dengan keluhan seperti demam, batuk pilek, disertai sulit bernapas akan dilakukan thermal screener.

“Alatnya seperti pistol yang ditempelkan di kulit untuk mengukur suhu tubuh,” katanya.

Jika alat mendeteksi panas badan seseorang di atas 38 derajat, kata Hadri, maka yang bersangkutan akan dipisahkan dari kelompok lain lalu ditanyai oleh tim dokter tentang riwayat perjalanan sebelumnya.

“Kalau panas badannya di atas 38 derajat, pasti itu penyebabnya virus. Nanti dokter akan nanya apakah baru-baru ini pulang dari China, Singapura, atau negara yang sudah terjangkit lainnya,” jelasnya.

Jika pasien pernah ada riwayat perjalanan ke negara terjangkit, maka rumah sakit akan menetapkan pasien sebagai suspect coronavirus lalu dimasukkan ke ruangan khusus yang telah disediakan.

“Kami punya satu ruangan khusus dengan tekanan negatif, jadi udara di dalam ruang isolasi tetap steril dan tidak akan mengontaminasi ke luar,” imbuhnya.

Di sisi lain, ia mengimbau kepada masyarakat agar tak perlu panik melainkan tetap harus waspada. Pasalnya, hingga kini belum ada informasi yang rinci, jelas, dan pasti mengenai virus ini, baik dari Kementerian Kesehatan, WHO atau China sekalipun.

“Masih simpang siur, tidak ada informasi yang jelas. Namun corona virus mengandung DNA atau untaian genetika yang gampang bermutasi. Kita sudah belajar, Indonesia pernah mengalami pandemi flu babi (H1N1 2009) dan outbreak flu burung (H5N1 2005). Jadi tetap harus waspada,” tandasnya.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

Lima Destinasi Wisata di Bogor Bisa Jadi Alternatif Nikmati Libur Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:02

Program Mudik Gratis Presisi 2026 Cermin Nyata Transformasi Polri

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:51

Negara-negara Teluk Alergi Iran

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:37

Jika Rakyat Tak Marah, Roy Suryo Cs sudah Lama Ditahan

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:13

Gegara Yaqut, KPK Tak Tahan Digempur +62 Siang Malam

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:23

Waspada Kemarau Panjang Landa Jawa Barat

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:15

KPK Ikut Ganggu Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:01

Elektrifikasi Total

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:37

Kasus Penahanan Yaqut Jadi Kemunduran Penegakan Hukum

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:18

Selengkapnya