Berita

Foto:Net

Politik

Ruang Pemeriksaan Jajaran Reskrim Polri Dilengkapi CCTV Super Canggih

SABTU, 25 JANUARI 2020 | 11:50 WIB | OLEH: MEGA SIMARMATA

Jika membayangkan bagaimana proses pemeriksaan di jajaran Kepolisian Indonesia, janganlah sampai ada yang membayangkan atau diduga menggiring opini publik agar mau ikut membayangkan betapa barbar, brutal, ganas dan tidak manusiawinya polisi di Indonesia.

Dalam sebuah kesempatan, Kantor Berita RMOL mendapat kesempatan khusus untuk mengunjungi langsung beberapa ruang pejabat setingkat Kabareskrim, Wakabareskrim, dan para Direktur di Jajaran Bareskrim Mabes Polri.

Diantaranya Direktur Narkoba Bareskrim Polri (saat masih berkantor di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur).


Kemudian, Direktur Ekonomi dan Khusus (Eksus) Bareskrim Polri, setelah Gedung Bareskrim Polri menjadi baru seperti sekarang pasca direnovasi.

Di Ruang Kabareskrim, Wakabareskrim dan para Direktur Bareskrim, dipasang layar monitor CCTV untuk memantau semua perangkat kamera CCTV yang terpasang di semua bagian gedung Bareskrim dalam dan luar.

Termasuk di semua ruang pemeriksaan.

Tidak ada satu ruanganpun yang tidak dipasangi CCTV di jajaran Reserse dan Kriminal Polri.

Khusus di Bareskrim misalnya, kamera-kamera CCTV di sana, super canggih luar biasa.

Kabareskrim, Wakabareskrim atau para Direktur, tinggal mengklik remote di meja kerja mereka, jika ingin melihat di layar monitor raksasa atau jika ingin mendengar secara langsung jalannya pemeriksaan di ruang ruang pemeriksaan.

Suara sekecil apapun, bisa terdengar jelas dan sangat jernih.

Gambar yang terpasang di layar monitor mereka, juga sangat jelas dan terlihat seperti layaknya kejadian asli.

Sebab di masing-masing ruang pemeriksaan itu, bukan cuma satu kamera CCTV yang terpasang.

Jadi di satu ruang pemeriksaan, bisa ada sedikitnya dua kamera CCTV dari sudut pandang yang berbeda.

Dan semua pemeriksaan itu, on record atau terekam utuh.

Bagaimana penampilan penyidik, memakai pakaian apa, sikap duduk dan cara bertanyanya bagaimana, di atas meja penyidik ada berkas dan barang apa saja, semuanya terpantau langsung oleh pimpinan pimpinan mereka.

Itulah sebabnya, jika ada tudingan bahwa polisi melakukan penyiksaan fisik saat pemeriksaan, pasti jurubicara dari pihak kehumasan akan dengan lantang mengatakan bahwa mereka punya rekaman video pemeriksaan.

Sehingga polisi berani membuktikan, bahwa tidak ada penyiksaan fisik.

Rekaman itu yang mereka maksud adalah dari rekaman CCTV yang memang sudah dipasang di semua ruang pemeriksaan jajaran Reskrim Kepolisian.

Maka, sebaiknya jika ada warga masyarakat yang mengaku disiksa saat menjalani pemeriksaan di kepolisian, laporkan saja ke Bagian Propam Kepolisian.

Propam akan melakukan pengecekan langsung.

Dan pada saat itulah, rekaman-rekaman CCTV itu dipakai untuk membuktikan bahwa penyidik adalah aparat penegak hukum yang bertugas semata-mata untuk melaksanakan proses penegakan hukum.

Rekaman-rekaman CCTV itu akan menjadi pegangan mereka untuk membuktikan bahwa mereka adalah aparat penegak hukum yang profesional, bermoral dan berintegritas.

Rekaman-rekaman CCTV itu akan menjadi pembuktian mereka bahwa mereka bertugas bukan untuk menyiksa anggota masyarakatnya secara barbar, brutal, ganas dan tidak manusiawi.

To serve and protect for justice and humanity..

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya