Berita

Prabowo Dampingi Jokowi Saat Rapim 2020 Di Kementerian Pertahanan/Setpres

Pertahanan

Prabowo Akan Gerakkan Kembali Sistem Paling Fundamental Pada Orde Baru

JUMAT, 24 JANUARI 2020 | 06:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hankamrata menjadi doktrin militer Indonesia pada masa orde baru yanag berarti pertahanan keamanan rakyat semesta. Doktrin yang digagas Jenderal Abdul Haris Nasution itu dianggap paling fundamental dan  dijalankan militer demi pertahanan dan keamanan negara pada saat itu.

Merunut Undang-Undang 34/2004, Hankamrata melibatkan seluruh elemen masyarakat, baik sipil maupun militer, untuk terlibat aktif menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. Namun, seiring kejatuhan Presiden Soeharto, Hankamrata ini pun hilang.  

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mewacanakan akan menghidupkan lagi Hankamrata. Pernyataan itu disampaikan Prabowo di hadapan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) di lingkungan Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (23/1).  


Menurut Prabowo, keamanan negara bisa berpengaruh terhadap iklim investasi. Bila keamanan terjaga dengan baik, iklim investasi dapat berjalan baik. Ia mengimbau agar instansi pertahanan seperti TNI dan Polri semestinya  menjalankan misi kedaulatan dan pertahanan dari segala ancaman untuk menjamin keamanan negara.

"Negara yang kuat, pertahanannya aman. Maka terjadi iklim yang damai. Iklim damai menjamin iklim ekonomi yang baik. Investasi, investor akan masuk, ini satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan," kata Prabowo.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajaran TNI-Polri untuk berdiri di barisan terdepan dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus mengawal agenda-agenda besar negara.

"Kepada seluruh jajaran TNI-Polri, harus bekerja, bersungguh-sungguh dalam rangka memperkuat dan menjaga kedaulatan negara kita Indonesia, untuk berdiri paling depan dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI," tegas Prabowo.

Wacana menghidupkan kembali Hankamrata pernah dikemukakan Prabowo saat rapat dengan Komisi I DPR RI pada 11 November 2019 lalu.

"Secara sejarah dan saya kira sampai sekarang berlaku, dan mungkin kita akan teruskan adalah bahwa pertahanan kita harus mendasarkan dan kita gunakan adalah pertahanan rakyat semesta," kata Prabowo kala itu.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya