Berita

Pemindaian kesehatan di Bandara Ahmad Yani Semarang/RMOLJateng

Kesehatan

Waspada Virus Corona, Bandara Ahmad Yani Pindai Kesehatan Penumpang Dari Luar Negeri

JUMAT, 24 JANUARI 2020 | 04:27 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Berkenaan dengan adanya kabar virus corona masuk ke Indonesia, pemerintah kini mulai melakukan pengawasan di sejumlah fasilitas umum.

Salah satunya dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang di Bandara Internasional Jenderal Besar Ahmad Yani Semarang.

Kepala KKP Semarang Dokter Ariyanti mengatakan, pengawasan dilakukan kepada penumpang yang datang dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Tiongkok. Pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan pemindai suhu tubuh manusia.


"Alatnya dari Kementerian Kesehatan. Tiap penumpang luar negeri yang datang akan melewati alat ini dan kami scan suhu tubuh mereka," kata Ariyanti dilansir Kantor Berita RMOLJateng, Kamis (23/1).

Dalam pemindaian tersebut, pihaknya akan menindaklanjuti seseorang yang suhunya 38 derajat Celcius atau terindikasi demam dengan membawa ke ruang isolasi yang sudah disediakan.

"Jika ada yang terindikasi demam, maka akan kami bawa dan periksa lebih lanjut. Selain itu bisa juga kami rujuk ke rumah sakit kalau yang bersangkutan terindikasi penyakit menular," tambahnya.

Setelah itu, petugas KKP Semarang akan memberikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan yang berisi data-data mengenai riwayat perjalanan penumpang dari negara yang terindikasi menjadi endemik penyakit.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya