Berita

Jaya Suprana/Istimewa

Jaya Suprana

Menghayati Kualatisme

KAMIS, 23 JANUARI 2020 | 23:07 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KATA “kualat” berasal dari bahasa Jawa yang kemudian diterima sebagai bahasa Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, makna kata “kualat” adalah 1) mendapat bencana (karena berbuat kurang baik kepada orang tua dan sebagainya); kena tulah. 2) celaka; terkutuk.

Maka saya menggunakan kualatisme sebagai istilah bagi sesuatu paham terkait dengan kualat.

Kualitas


Akibat keterkaitan dengan kutukan, maka dapat dikatakan kualatisme  merupakan suatu bentuk kesadaran spiritual. Namun sebagai seorang insan manusia yang meyakini agama mengajarkan kasih sayang, saya kurang setuju perilaku mubadalah kualatisme alias kesalingan kutuk-mengutuk antara sesama manusia terhadap sesama manusia.

Sebagai insan manusia yang tidak membenarkan kekerasan, saya tidak setuju kutukan sebagai kekerasan spiritual yang dilakukan manusia terhadap manusia. Saya lebih setuju mubadalah kasih sayang ketimbang kebencian. Maka saya tidak setuju anggapan bahwa bayi yang dilahirkan cacat merupakan bentuk dampak kualatisme akibat dosa orangtua sang anak.

Andaikata orangtua sang anak memang berdosa, adalah tidak senonoh jika kita lalu menganggap bahwa sang bayi yang tidak berdosa harus memikul beban dosa sang orangtua. Saya kurang setuju Ibunda Malin Kundang tega hati mengutuk Malin Kundang yang durhaka. Seharusnya Ibunda Malin Kundang mengampuni kedurhakaan anak kandungnya dan menyerahkan hukuman terhadap anak kandungnya kepada Allah Yang Maha Adil.

Kendali Akhlak

Kualatisme merupakan jenis tahayul berfungsi ganda. Bisa konstruktif, bisa destruktif. Saya pribadi tidak percaya tahayul, namun meyakini kualatisme bisa berfungsi kontruktif sebagai alat untuk mengendalikan angkara murka, bukan orang lain namun diri saya sendiri.

Dikuatirkan kualatisme yang kita timpakan pada orang lain malah potensial berdampak destruktif terhadap diri kita sendiri ibarat menepuk air di dulang terpercik muka sendiri atau menggali lubang untuk kuburan diri sendiri. Kualatisme lebih konstruktif apabila didayagunakan sebagai senjata ampuh-mandraguna pengejawatahan Jihad al-Nafs demi menaklukkan angkara murka hawa nafsu, bukan orang lain namun diri sendiri.

Kualatisme layak menjadi kendali akhlak penguasa agar tidak sewenang-wenang menindas rakyat. Kualatisme layak menjadi kendali akhlak politisi agar jangan ingkar janji yang mereka obral di masa kampanye pemilu. Kualatisme layak menjadi kendali akhlak mereka yang menghadapi godaan melakukan korupsi.

Kualatisme layak menjadi kendali akhlak setiap insan manusia agar jangan lupa daratan sehingga takabur melanggar hukum, etika, dan moral demi memuaskan angkara murka syahwat kerakusan atas harta-benda, jabatan serta kekuasaan.

Penulis adalah pembelajar kualatisme sebagai kendali akhlak diri sendiri

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Penunjukan Nanik S. Deyang Kepala MBG Sesuai Hasil Evaluasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:13

Turun Gunung Jokowi Dalam Rangka Cari Keselamatan

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05

Gibran Ingin Birokrasi Berjalan Gesit dan Kolaboratif

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:01

Prabowo Apresiasi Peran Turki Bantu Pulangkan Sembilan WNI dari Tahanan Israel

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:56

Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:52

Warganet Anggap Penggeledahan Kantor BGN oleh Kejagung Drama Telenovela

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:45

Gebrakan Jampidsus Obrak-abrik Kantor BGN Patut Diacungi Jempol

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:42

Kunjungan ke Rusia, AHY Bawa Pulang Proyek PLTN Terapung hingga Kapal Cepat

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:41

DPR Dukung Kejagung Geledah BGN Usut Dugaan Korupsi MBG

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:07

Istana Respons Kabar Penangkapan Eks Kepala BGN oleh Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:06

Selengkapnya