Berita

Makanan Favorit di Wuhan/Net

Kesehatan

Para Ahli Akhirnya Menemukan Tersangka Penyebar Virus Corona

KAMIS, 23 JANUARI 2020 | 20:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Virus Corona yang semakin menyebar ke beberapa negara, semakin membuat resah. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan mereka akan menetapkan status virus corona ini apakah merupakan wabah kesehatan global atau tidak.

WHO juga meminta pemerintah Tiongkok mengambil tindakan tegas guna mencegah virus corona tersebar ke negara lain.

“Bukan hanya mengendalikan wabah tapi meminimalisir kemungkinan tersebar," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dilansir dari Reuters.


Para peneliti terus menggali penyebab dan apa tindakan untuk virus ini. World of Buzz, pada lamannya, Kamis (23/1) menyebutkan Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, Gao Fu, memiliki dugaan penyebar virus corona. Ia mengatakan bahwa virus corona  70 persen mirip dengan SARS yang disebabkan oleh kelelawar buah.

Virus corona hanya ada pada hewan kelelawar. Dan Wuhan adalah daerah di mana sebagian  masyarakatnya menyukai sop kelelawar. Para ahli pun meyakini bahwa sup kelelawar diduga kuat menjadi sarang bagi virus mematikan di Wuhan tersebut.

Analisis terbaru para ilmuwan China menunjukkan virus ini ditularkan dari kelelawar ke ular kemudian ke manusia. Sup kelelawar dilaporkan sebagai hidangan yang tak biasa namun populer di Wuhan, lokasi epidemi virus corona.

"Kelelawar bisa jadi penyebar virus corona yang ada di Wuhan. Tetapi antara kelelawar dan manusia mungkin ada perantara yang tidak diketahui," demikian bunyi pernyataan dari para ilmuwan yang diterbitkan di South China Morning Post.

Seorang peneliti senior di Institut Virologi Wuhan, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan temuan itu harus diperlakukan dengan hati-hati.

Selain kelelawar, muncul dugaan lain, yaitu ular. Ular, terutama ular krait dan ular kobra, dianggap menjadi sumber asli penyebaran virus corona. Ular krait China adalah spesies ular elapid yang berbisa dan ditemukan di sebagian besar China tengah, selatan, dan Asia Tenggara.

Ular sering berburu kelelawar di alam liar. Laporan menunjukkan bahwa ular dijual di pasar makanan laut lokal di Wuhan.

China telah mengonfirmasi sekitar 20 pekerja medis terinfeksi virus ini. Korban bisa bertambah lagi, para ahli virologi terkemuka memperingatkan miliaran orang bisa berisiko terinfeksi.

Kini, otoritas China telah memerintahkan pemberhentian untuk keluar-masuk Wuhan, dan mobil-mobil telah diblokir masuk oleh para pejabat.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya