Berita

PT Asuransi Jiwasraya/net

Politik

Soal Jiwasraya Dan ASABRI, Andi Arief: Yang Paling Bersalah Pemerintah 2014-2019

KAMIS, 23 JANUARI 2020 | 13:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Desakan pembentukan panitia khusus (Pansus) Jiwasraya dan ASABRI di DPR RI seharusnya didukung dalam rangka mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum-oknum tertentu dalam kejahatan finansial tersebut.

Pembentukan panitia kerja (Panja) dinilai tidak cukup dan justru dikhawatirkan malah akan menambah deretan masalah baru.

Begitu kata Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief dalam cuitan Akun Twitter pribadinya sesaat lalu, Kamis (23/1).


"Kalau kekuasaan tidak terlibat dalam kasus-kasus korupsi mega skandal seperti Jiwasraya, harusnya memanfaatkan forum Pansus buat koreksi dan pembenahan total," kata Andi Arief.

"Bagaimana mungkin ngotot panja jika akan bertambah masalah baru ASABRI, dll," sambungnya.

Disisi lain, periode pertama Presiden Joko Widodo merupakan pihak yang paling bertanggungjawab atas kasus gagal bayar polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya dan kebocoran PT ASABRI.

Sebab, dalam konstitusi telah diatur UU 40/2014 tentang Perasuransian bahwa paling lambat tiga tahun harus ada lembaga penjamin polis.

"Yang paling bersalah pemerintah 2014-2019. Kenapa?, karena tidak menjalankan UU no 40 tahun 2014 yang menyebut paling lama 3 tahun harus ada lembaga penjamin polis," demikian Andi.  

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya