Berita

Direktur Eksekutif and Public Policy Studies, Jerry Massie/Net

Politik

Desak Ronny Sompie Dicopot, Jerry: Pertanyaannya, Siapa Yang Sembunyikan Harun Masiku?

KAMIS, 23 JANUARI 2020 | 03:00 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Fakta keberadaan tersangka kasus suap, Harun Masiku yang ternyata berada di Indonesia saat OTT KPK terhadap Wahyu Setiawan menjadi tamparan keras bagi Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia.

Menurut Direktur Eksekutif and Public Policy Studies, Jerry Massie, kejadian ini juga menjadi bukti lemahnya imigrasi yang ada di Indonesia.

"Ini keteledoran dan lemahnya imigrasi. Ditjen Imigrasi harus bertanggung jawab. Kalau perlu Dirjen Imigrasi diganti dengan pemimpin yang berani dan punya kredibilitas yang kuat lantaran kurang berani menindak Harun Masiku," kata Jerry dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (22/1).


Ia tak habis pikir dengan fakta yang terkuak berkat rekaman kamera pengawas milik Bandara Soekarno Hatta itu. Sosok di balik misteri Harun juga menjadi kritikan tersendiri kepada lembaga yang menangani kasus suap politisi PDIP itu.

"Pertanyaannya jika dia ada di Indonesia, lalu siapa yang menyembunyikan dia. Atau pertanyaannya, KPK sudah tahu, pura-pura tidak tahu, atau disengaja?" tanya Jerry.

Dengan beragam pertanyaan itu, ia dengan lugas meragukan kinerja lembaga antirasuah di bawah kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai tak tegas.

"Saya meragukan KPK (bekerja) sungguh-sungguh menangani kasus ini, ataukah hanya setengah hati? Memang nyali KPK tak seperti pendahulu sebelumnya," ujar Jerry.

"Saya berharap Harun menyerahkan diri agar proses penyelidikan dan penyidikan berjalan baik," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya