Berita

Prabowo Subianto dan Megawati/Ist

Politik

Tak Cuma Asal Ucap, Prediksi Jokowi Soal Sandi Menguatkan Koalisi PDIP-Gerindra 2024

SENIN, 20 JANUARI 2020 | 04:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Narasi Presiden Joko Widodo terkait sosok Sandiaga Salahuddin Uno sebagai kandidat Capres kuat baru-baru ini menyiratkan bahwa koalisi antara PDIP dan Gerindra di 2024 tak bisa dielakkan.

"Potensi koalisi Gerindra dan PDIP menguat kembali, seperti saat Megawati dan Prabowo di Pilpres 2009. Gerindra mungkin dengan sosok Sandiaga, dan PDIP dengan siapa," kata Director Survei and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (19/1).

Ia mengamini jika sosok Jokowi dianggap sebagai petugas partai politik. Namun sebagai presiden dua periode, posisi Jokowi tak bisa dipungkiri bisa masuk ke semua golongan.


Hal ini, jelasnya, tentu menjadi nilai lebih Jokowi dengan lingkaran istananya.

Selain faktor kedekatan Mega dan Prabowo, koalisi Gerindra-PDIP juga akan lebih menguntungkan banteng. Dengan koalisi dua parpol yang memiliki basis massa yang cukup banyak ini, tentu akan memudahkan bagi PDIP melanjutkan program politiknya.

"Koalisi ini lebih realistis melanjutkan program PDIP. Terlebih para pengkritik juga sudah disingkirkan, seperti Fadli Zon yang diganti Sufmi Dasco yang lebih akomodatif karena tak terlalu mengkritik istana," sambungnya.

"Intinya di 2024, kedekatan Prabowo-Mega tidak bisa dipungkiri. Enggak ada yang bisa menutupi itu. Soal Sandiaga, kita tahu Sandi itu anak emasnya Prabowo," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya