Berita

Bendera KSPI/Net

Nusantara

Setelah Orasi Di DPR, Ribuan Buruh Akan Geruduk Jasa Marga Bela Mirah Sumirat

SENIN, 20 JANUARI 2020 | 00:45 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ribuan buruh akan menggelar aksi unjuk rasa untu menolak omnibus law dan kenaikan iuran BPJS Kesehatan pada Senin (20/1) besok di depan gedung DPR RI.

Bahkan tak hanya di gedung wakil rakyat, massa juga akan melanjutkan aksi di depan PT Jasa Marga.

"Aksi di Jasa Marga dilakukan karena direksi PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (PT JLJ) sebagai anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero), Tbk. telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang dinilai melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan 13/2003 terhadap Mirah Sumirat," demikian pernyataan Ketua Harian KSPI, Muhamad Rusdi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (19/1).


Mirah Sumirat adalah pekerja di PT JLJ, yang juga aktivis serikat pekerja dan menjabat sebagai Presiden Serikat Karyawan PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (SK JLJ) dan Presiden ASPEK Indonesia.

Mirah juga menjabat pembina Jamkes Watch KSPI, President Women Committee UNI Asia Pacific, pengurus Pusat UNI Global Union, dan Wakil Ketua dari unsur pekerja/buruh di Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional (2016-2019).

Berdasarkan informasi yang diterima KSPI, lanjut Rusdi, PHK sepihak dilakukan terhadap Mirah oleh Direksi PT JLJ tanpa pernah dilakukan perundingan bipartit, mediasi, dan tanpa penetapan pengadilan.

"PHK sepihak tanpa penetapan pengadilan adalah melanggar UU Ketenagakerjan dan UU PPHI, karenanya batal demi hukum," sabungnya.

Setidaknya, aksi yang akan dilakukan KSPI dan ASPEK Indonesia akan menuntut beberapa hal. Di antaranya  meminta agar surat keputusan direksi PT JLJ 119/KPTS-JLJ/IV/2019 tertanggal 18 April 2019 tentang PHK dicabut dan meminta agar Mirah Sumirat dipekerjakan kembali.

Kedua, menolak ‘program penugasan paksa’ kepada pekerja tetap PT JLJ untuk bekerja di perusahaan lain (PT. Hutama Karya dan lain-lain) yang dilakukan manajemen PT JLJ secara perintah lisan dan tanpa adanya surat tugas, tanpa kepastian jangka waktu penugasan, dan tanpa jaminan keberlanjutan pekerjaan di PT JLJ.

Ketiga, menolak ‘program pensiun khusus’ yang dilakukan secara sepihak oleh PT JLJ, yang tidak ada dalam PKB dan tidak pernah dirundingkan bersama serikat pekerja. Program pensiun khusus ini dinilai merugikan pekerja.

"Kami meminta direksi PT JLJ tetap memberlakukan pensiun dini sesuai PKB yang berlaku," papar Rusdi.

Massa juga menolak perlakuan diskriminasi upah dan hak atas kesejahteraan terhadap lebih dari 300 pekerja tetap berupa pembayaran bonus, uang makan, uang transport. Seharusnya, kata dia, kesejahteraan pekerja diberikan sesuai PKB yang berlaku.

Terakhir, massa juga meminta tindakan yang patut diduga sebagai union busting atau penghalangan aktivitas berserikat yang dilakukan oleh manajemen PT JLJ dihentikan.

"Kami juga mendukung penuh Menteri BUMN untuk membenahi seluruh BUMN guna memperbaiki dan memaksimalkan peran BUMN dalam meningkatkan perekonomian bangsa dan menciptakan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya