Berita

Jumpa pers PDIP/Net

Politik

Agar Fokus Jalankan Tugas Partai, Yasonna Non Aktif Saja Dari Menkumham

MINGGU, 19 JANUARI 2020 | 14:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Landasan berpikir Presiden Joko Widodo dalam menanggapi kehadiran Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat jumpa pers PDIP menanggapi kasus suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan dinilai kacau.

Pasalnya Jokowi terkesan acuh dengan menyebut Yasonna berhak ikut jumpa pers karena bagian dari pengurus partai.

“Lama-lama Pak Jokowi selaku kader juga bisa dipanggil untuk dilibatkan,” ujar Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon dalam akun Twitter-nya, Minggu (19/1).


Menurutnya, Menteri Yasonna bisa saja memilih salah satu. Jika memang dirasa tugas partai lebih besar ketimbang tugas negara, Maka Yasonna bisa memilih untuk menjadi petugas partai saja.

“Agar pak Yasona bisa fokus menjalankan tugas partai yang kelihatannya jauh lebih penting ini, non aktifkan aja dari Menkumham. Karena tugas menteri itu ngurusi kita semua,” tegasnya.

Jumpa pers DPP PDIP yang digelar Rabu (15/1) lalu bertujuan untuk meluruskan mengenai kasus yang melibatkan Wahyu Setiawan dan kader PDIP Harun Masiku. PDIP merasa kasus ini telah merugikan partai. Partai banteng juga merasa dijebak dan diseret-seret dalam pusaran kasus suap Wahyu Setiawan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya