Berita

Presiden Jokowi saat bersalaman dengan Sandiaga Uno di acara HIPMI/Twitter

Politik

Jokowi Sebut Sandiaga Presiden 2024, Pengamat: Kalau Pidato Di Tempat Lain Kan Beda Lagi

KAMIS, 16 JANUARI 2020 | 05:20 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Secara terbuka Joko Widodo menyebutan bahwa Sandiaga Salahudin Uno adalah tokoh potensial yang akan menggantikan dirinya sebagai presiden.

Jokowi menyampaikan prediksi itu saat hadir di acara pelantikan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indoensia 2019-2022, yang di gelar di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (15/1).

Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai pernyataan Jokowi hanyalah untuk menyenangkan kader HIPMI yang hadir. Kata pangi, Jokowi adalah politisi yang piawai menyenangkan orang.


"Jokowi ini kan piawai dan mahir membaca situasi di mana ini bicara dan pidato, beliau ini kan politisi, ngeri cara menyenangkan orang, besok kalau pidato di tempat lain kan beda lagi nyanyinya," kata Pangi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/1).

Pangi menjelaskan, Jokowi adalah seorang politisi yang menjabat Presiden, sehingga dia harus menyesuaikan dimana dia bicara. Apalagi Sandiaga Uno adalah tokoh sentreal di HIPMI.

"Beliau harus menyesuaikan, kebetulan Sandi termasuk elite sentral yang pernah menjadi ketua HIPMI, ngak mungkin juga beliau menyebut nama Prabowo di acara HIPMI, kan ngak nyambung, suasananya beda," tambahnya.

Pangi malah mempertanyakan kenapa Jokowi menyebut Sandiaga Uno. Bahkan katanya andai Jokowi hadir di acara Gerindra mungkin yang disebut potensial adalah Prabowo Subianto.

"Lalu bagaimana dengan Prabowo, sinyal seolah-olah  Sandiaga Uno yang dikader untuk menjadi presiden pengganti beliau, bukan Prabowo, nanti begitu kongres Gerindra beda lagi lagu beliau, sinyal Jokowi dukung Prabowo untuk penggantinya," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya