Berita

Publika

Drama Laut Natuna

JUMAT, 10 JANUARI 2020 | 15:33 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

MENHAN Prabowo Subianto menyatakan, "Kita cool saja. China negara sahabat".

Hard-liner, Isis wannabe, oposisi, brainless lizzards pada ngamuk. Serang menhan. Mencak-mencak. Ga karuan. Jingoistic attitude is on the rise.

Fadli Zon menilai Menhan Prabowo realistik. Baginya, Indonesia akan kalah konfrontasi dengan China. Sekalipun bakamla menurunkan keris sakti. Menurut saya, Menhan Prabowo Subianto bersikap proporsional & profesional dalam menyikapi Kemelut Natuna.


"Air superiority is the single most important factor in deciding the outcome of a modern conventional war," kata ahli perang Phillip S Meilinger.

In the words of Field Marshal Bernard L. Montgomery, “If we lose the war in the air, we lose the war and we lose it quickly.”

Negara Superpower ditentukan oleh kapasitas ekonomi, militer, teknologi & cultural strength.

Pemenang perang tidak ditentukan oleh semangat, harapan, arogansi dan doa. Faktor moral saja tidak cukup. Itu terbukti ketika China PLA menyerbu Vietnam tahun 1979.

Hanoi dikuasai dan dinyatakan "open". Deng Xiao Ping tidak puas. Marah besar. Dia ubah konsep Mao Zedong's people war dengan memodernisasi alat perang.

Pemenang Perang bisa dikalkulasi sebelum perang dimulai. Saddam Hussein dan Moamar Qaddafi jadi saksi bisu kesaktian militer Amerika.

Iran punya 700 jet tempur. IAIO Qaher-313 disinyalir fighter teknologi stealth orisinal buatan Iran.

TheTimes of Israel beri label itu pesawat hoax. Ahli aeronautics Tal Inbar menyatakan "It’s not a plane, because that’s not how a real plane looks. Iran doesn’t have the ability to build planes. Plain and simple."

American Airforce berkekuatan 13 ribu fighter jets. Russia punya 4.200 pesawat. China; 3.200 jets. Indonesia punya 400 pesawat dan 40 jet tempur.

Controlling the air adalah konsep perang modern. Russia punya terpedo nuklir raksasa "The Poseidon". Daya rusaknya jauh di atas Czar Bomba. Mengerikan. Tapi bukan itu faktor Rusia ditakutin.

Hypersonic missile glider techology is the key. Hypersonic weapons refer to weapons that travel faster than Mach 5 (~3,800mph) and have the capability to maneuver during the entire flight.

Artinya kecepatan missile ini 5x the speed of sound. Hanya 3 negara yang menguasai teknologi ini; Amerika, Rusia dan China.

Missile misterius “DF-17” dan “DF-100” dicurigai adalah China hypersonic weapons.

Amerika mengembangkan SR-72 Blackbird bomber sebagai pengganti SR-71 yang pensiun tahun 1998. Speed Blackbird SR-72 Mach 6 i.e. 6x kecepatan suara.

Saingannya ada di China yaitu bomber Starry Sky-2 dengan desain dan kemampuan serupa. China's new H-6N strategic bomber dengan CJ-100 supersonic cruise missiles atau WZ-8 supersonic stealth spy drone mampu menyerang target 6000 km. Australia dalam jangkauan nuklir China.

Dengan peta power semacam ini, silahkan kalkulasi sendiri. Eyang Ketoprak Prawoto menduga "Drama Natuna" adalah permainan RRT-Indonesia dalam rangka membangun kekuatan militer TNI.

Menhan Prabowo Subianto baru saja melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok. Apa yang dibicarakan tidak diketahui media. Eh kok tiba-tiba meledak issue Natuna.

Drama ditutup dengan Presiden Jokowi berlayar ke Natuna dan Menhan Prabowo rilis rencana membangun pangkalan militer.

Amerika dipaksa mensuplai bantuan dan dipastikan Indonesia akan beli peralatan tempur dari China.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya