Berita

KRI Tjiptadi-381/Net

Pertahanan

KRI Tjiptadi-381 Si Tangguh Pengusir Kapal Asing

KAMIS, 09 JANUARI 2020 | 14:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Indonesia telah melayangkan protes keras terhadap China terkait keberadaan kapal asing di laut Natuna. Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga telah mengeluarkan pernyataan tegas, bahwa  tidak ada kompromi soal kedaulatan Indonesia.

TNI Angkatan Laut yang disiagakan di perairan Natuna masih terus melakukan upaya komunikasi  dengan kapal Coast Guard China di perairan Natuna Utara. Komunikasi dilakukan TNI AL agar Coast  Guard China meninggalkan wilayah perairan yang masuk dalam Provinsi Kepulauan Riau tersebut.

Pasukan TNI AL kemudian telah mengusir rombongan kapal China di laut Natuna, yang terdiri dari  kapal nelayan dan kapal penjaga pantai. Mereka dinyatakan telah masuk terlalu jauh ke dalam  wilayah perairan Indonesia. Sebelumnya, kapal-kapal itu tidak mau pergi walau sudah diberi  peringatan.


Pengusiran dilakukan dengan menggunakan salah satu kapal perang milik TNI, yaitu KRI Tjiptadi- 381. Kapal perang ini pula yang digunakan TNI AL pada April 2019 saat berkonflik dengan kapal  penjaga pantai Vietnam di laut Natuna.

KRI Tjiptadi-381 merupakan kapal perang Indonesia dari jenis korvet. Kapal ini termasuk kapal  korvet kelas Parchim. Kapal ini dibeli dari Jeerman pada 1993. KRI ini didesain untuk perang anti kapal selam di perairan dangkal atau pantai.

Dinamai Tjiptadi, mengambil nama seorang kapten TNI-AL yang gugur bersama Komodor Yos Sudarso  pada Pertempuran Laut Aru di RI Matjan Tutul pada tanggal 15 Januari 1962.

Mengenai persenjataan, KRI Tjiptadi-381 dilengkapi dengan empat tabung peluncur torpedo 15.7  inci. Untuk pertahanan udaranya, kapal ini dibekali dua peluncur rudal SA-N-5, rudal darat ke  udara untuk pertahanan udara jarak-dekat terhadap pesawat dan kapal.

Bagian deck kapal, KRI ini dipersenjatai meriam kembar 57mm/70 caliber DP. Kapal ini juga  dilengkapi dengan satu senapan 30 mm kembar serbaguna.

Sementara untuk mendeteksi musuh, KRI Tjiptadi-381 memiliki radar MR-302/Strut Curve yang bisa  digunakan untuk pencarian sasaran di permukaan dan di udara. Radar ini dipadukan dengan sistem  kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob.

Kedua alat itu bekerja secara bersamaan dalam memindai area di udara maupun di permukaan. Kapal  anti-kapal selam (ASW) ini juga dilengkapi dengan sonar aktif berfrekuensi sederhana di badan  kapal dari jenis MG-322T.

KRI Tjiptadi-381 juga memiliki alat bernama PK-16 decol RL yang bisa diluncurkan dalam mode  ganggu (distraction) atau menarik (seduction) untuk mengelabui rudal musuh. Selain itu ia juga  mempunyai sistem pemantau Watch Dog intercept.

Sedangkan untuk kemamuan manuver, KRI ini mempunyai tiga mesin disel yang dihubungkan dengan tiga gandar bagi menghasilkan tenaga sebesar 14,250 bhp, dengan kecepatan beroperasi 24 nm.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya