Berita

Kapal Coast Guard China/Net

Politik

Pengamat: China Sama Saja Ngaku Salah Jika Turuti Luhut Binsar Panjaitan

KAMIS, 09 JANUARI 2020 | 03:12 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan yang memperbolehkan mengeruk ikan di perairan Natuna Utara dengan syarat izin dari pemerintah Indonesia diyakini tak akan diindahkan Pemerintah Komunis China.

Menurut pengamat hubungan internasional, Hikmahanto Juwana, jika China mengindahkan aturan pemerintah Indonesia, maka sama saja negeri tirai bambu itu mengakui kedaulatan RI terhadap perairan Natuna Utara.

Hal itu tentu berseberangan dengan klaim yang selama ini dilakukan mereka terhadap zona ekonomi eksklusif (ZEE) di perairan tersebut.


“Gini, Pak Luhut bilang boleh menangkap ikan di perairan Natuna Utara asal ikutin aturan, berarti kan harus ke kementerian terkait, yaitu ke KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), pasti China enggak akan mau," ucap Hikmahanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (8/1).

"Selama ini dia mengklaim itu punya dia (China). (anggapan China) Kita (kedaulatan Indonesia) di situ, karena mengklaim wilayah dia,” sambungnya.

Jika China sampai meminta izin kepada pemerintah Indonesia, maka sama saja melepaskan wilayah yang selama ini mereka klaim.

“Dia (China) enggak akan minta izin. Kalau sampai dia minta izin berarti dia melepaskan klaim traditional fishing ground, yang menjorok ke ZEE di Natuna Utara,” tandasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya