Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Supratman Andi Agtas/Net

Politik

Supratman Andi Agtas: Kasus Jiwasraya Itu Mudah

RABU, 08 JANUARI 2020 | 04:43 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Skandal Jiwasraya yang mengalami gagal bayar polis berujung kerugian negara sebesar Rp 13,7 triliun sebenarnya mudah untuk diungkap.

Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Supratman Andi Agtas dalam acara ILC bertema 'Siapa yang Merampok Jiwasraya?', Selasa (7/1).

"Jiwasraya kalau mau jujur, ini kasus yang sangat mudah untuk dibuka," kata Supratman.


Ia menjelaskan, mayoritas sudah mengetahui cara investasi yang dilakukan Jiwasraya salah kaprah.

"Dari laporan BPK, investasi premi nasabah itu menjanjikan return yang terlalu tinggi. Kalau tidak salah maksimal 13 persen," jelasnya.

Hal lain yang menjadi persoalan, jelas Supratman, yakni uang nasabah sebesar Rp 53 triliun justru diinvestasikan ke reksadana saham yang tak tergolong blue chip (saham perusahaan kinerja terbaik).

Oleh karenanya, pihaknya akan segera menggelar rapat gabungan (Ragab) antara Komisi VI DPR RI dan Komisi XI DPR RI. Hal itu dinilai penting lantaran DPR melihat kasus ini tak hanya menjadi persoalan BUMN semata, melainkan peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang banyak dipertanyakan.

"Kedua, kemungkinan kami membentuk panitia khusus atau Pansus. Ini untuk menggali kebenaran-kebenaran fakta-fakta yang terjadi dalam kasus Jiwasraya. Kemudian kami akan mengawal Pansus," tegasnya.

"Yang paling penting kami men-support langkah Kementerian BUMN yang akan akan holdingisasi, meski itu juga kemungkinan akan jadi masalah. Sekarang Jiwasraya sakit, kalau diholding, kemudian perusahaan asuransi yang sehat bisa jadi sakit," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya