Berita

Tifatul Sembiring dan Andre Rosiade/Net

Politik

Adu Mulut Dengan Andre, Tifatul Sindir Kampanye Pilpres Hingga Kasus Asusila Di MKD

SELASA, 07 JANUARI 2020 | 14:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketegangan di Laut Natuna Utara tidak hanya membuat hubungan Indonesia dan China tegang. Tapi juga telah merambat hingga ke politik dalam negeri.

Kader dua partai yang di Pilpres 2019 bahu-membahu memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yaitu Gerindra dan PKS berseteru. Kedua kader itu adalah Wasekjen DPP Partai Gerindra Andre Rosiade dan Ketua DPP PKS Tifatul Sembiring.

Di mulai dari kicauan Tifatul mengenai sikap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang lunak terhadap Natuna. Terlebih, ketua umum Gerindra itu menganggap China sebagai negara sahabat.


Sebagai anak buah Prabowo, Andre bereaksi. Dia lantas meminta Tifatul berhenti nyinyir dan mengalihkan tenaga untuk meluruskan kinerja Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, yang merupakan kader PKS. Sebab banyak karaoke ilegal dan miras yang banyak.

Tifatul kemudian membuat kultwit untuk menanggapi Andre. Menurutnya, anggota Komisi VI DPR itu terlalu berlebihan dalam merespon pernyataannya. Sampai-sampai menggunakan kata “ente”, yang dalam bahasa pejabat publik terasa kurang sopan.

“Apalagi dibawa-bawa kepada urusan masih ada maksiat di Kota Padang, entah apa hubungannya,” tanyanya di akun Twitter pribadi, Selasa (7/1).

Mantan Menkominfo itu sebenarnya mengaku enggan membalas twit Andre. Tapi karena berulang disebut namanya, maka dia merasa harus meluruskan agar tidak salah paham.

Tifatul lantas menyinggung kontribusinya dan kader PKS yang mati-matian mengkampanyekan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 lalu. Seluruh kader PKS di semua provinsi diwajibkan turun ke jalan, datang dari rumah ke rumah, modal sendiri, makan sendiri, saksi sendiri, mati sendiri mengkampanyekan Prabowo.

“Paling tidak dua kali saya dijemur teman-teman di atas jeep terbuka di terik siang, berjalan lk 2 x 50 km. mengacungkan dua jari,” kenangnya mengungkit.

Singkatnya, Tifatul ingin mengatakan bahwa para pendukung akhirnya terkejut lantaran Prabowo merapat ke lingkaran Joko Widodo dan menjadi Menteri Pertahanan.

Dia lantas mengibaratkan pendukung Prabowo sebagai penumpang pesawat yang sedang terbang tinggi. Tiba-tiba, pilot loncat terjun payung menyelamatkan diri.

“Lalu kami bingung, mau ke mana, siapa yang bimbing dan mengarahkan, siapa yang akan melindungi?” sambungnya.

Selain pilpres, Tifatul turut menyinggung masalah absensi yang ditanyakan oleh Andre. Dia lantas menguraikan bahwa dirinya beda fraksi dengan Andre. Andre di Komisi VI, sementara dirinya di Komisi VII.

“Silakan tanya kepada Ketua Komisi VII, apakah setiap rapat saya bicara atau duduk dan diam saja?” tanyanya menantang.

Lebih lanjut, Tifatul meminta Andre untuk berhenti menjelek-jelekan rekan yang pernah berjuang bersama. Pasalnya, ada catatan bersama yang tentu disimpan oleh sesama rekan.

Salah satunya, Tifatul menyinggung catatannya mengenai rekan Andre di Fraksi Gerindra yang terlibat foto atau video asusila. Video atau foto itu sudah viral di internet dan tercatat di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD)

“Ini semua ada catatannya di MKD, tapi kan tidak baik mengungkap aib orang,” demikian Tifatul.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya