Berita

TNI Tambah Kekuatan di Natuna/Net

Pertahanan

Kapal China Terus Bertahan, TNI Tambah Kekuatan Di Natuna

SENIN, 06 JANUARI 2020 | 06:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

TNI terus menambah kekuatan untuk mengusir kapal-kapal China yang masih bertahan di perairan Natuna. Mulai Senin (6/1) akan ada penambahan 4 kapal militer yang disiagakan.

Kapal-kapal China itu tidak mau pergi dari perairan Natuna, menyusul klaim pemerintah yang menyatakan perairan Natuna adalah milik  mereka.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan kapal-kapal asing tersebut bersikukuh menangkap ikan secara legal yang berjarak sekitar 130 mil dari perairan Ranai, Natuna. Kapal-kapal asing itu juga dikawal.


"Mereka didampingi dua kapal penjaga pantai dan satu kapal pengawas perikanan China," kata Yudo Margono dalam konferensi pers di Pangkalan Udara TNI AL di Tanjungpinang, Kepri,  Minggu (5/1).

Operasi ini akan terus dilakukan sampai kapal China benar-benar angkat kaki dari teritori Indonesia.

TNI juga gencar berkomunikasi secara aktif dengan kapal penjaga pantai China. Diharapkan komunikasi itu bisa membuat mereka pergi.

Para nelayan China itu menggunakan pukat harimau untuk menangkap ikan di Natuna.  Indonesia telah melarang penggunaan pukat harimau, dan telah diatur melalui peraturan menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 / 2015.

Peristiwa ini sama seperti 2016 lalu.  Saat itu TNI menangkap menangkap dua kapal China yang memasuki wilayah Natuna dan mengambil ikan dengan pukat harimau.

Ini menunjukkan kapal asing tersebut memang tidak kapok menjarah kekayaan laut Indonesia.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya