Berita

Trump saat mendapatkan doa dari kaum Evangelis/Net

Dunia

Sehari Setelah Bunuh Soleimani, Kaum Evangelis Doakan Trump

MINGGU, 05 JANUARI 2020 | 10:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tewasnya Jenderal kawakan Iran, Qassem Soleimani dalam serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat di Baghdad, Iraq membuka pintu baru konflik internasional.

Persoalan ini semakin kompleks dengan melibatkan sisi keagamaan. Setelah Iran menyatakan bahwa Soleimani tewas dalam jalan jihadnya, kini sebuah video muncul sebagai balasan.

Dalam akun Twitternya, seorang wartawan wanita senior Mesir, Mona Eltahawy mengunggah sebuah video yang berjudul "Christian faith leaders pray over President Trump at lauch of the Evangelicals for Trump coalition" yang dirilis oleh NBC News.


Setelah ditelusuri, doa yang dilakukan oleh Kaum Evangelis itu dilakukan pada Jumat (3/1) atau sehari setelah insiden yang menggegerkan dunia tersebut.

Video itu juga sekaligus menjadi momen kemunculan pertama Donald Trump di depan publik setelah serangan itu.

Selain mengunggah, Eltahawy yang kerap menulis esai dan opini mengenai dunia Islam ini juga memberikan opininya mengenai video tersebut. Menurutnya, video tersebut dapat dipersepsikan sebagai bentuk deklarasi Perang Salib.

"Jika seorang presiden Muslim mendeklarasikan perang terhadap negara musuh yang secara efektif membunuh salah satu pejabat seniornya dan kemudian keesokan harinya melakukan ini, Anda akan mendengar 'Dia mendeklarasikan jihad!'. Haruskah ini (video) digambarkan sebagai deklarasi 'Perang Salib'?" tulisnya pada Minggu (5/1).

Dalam video sendiri, terlihat Presiden AS Donald Trump yang mendapatkan dukungan dari kaum Evangelis tengah didoakan oleh sorang Pastor El Rey, Guillermo Maldonado. Terlihat juga cucu dari pendiri Christianity Today, Cissie Graham Lynch yang memandunya.

Dalam doa yang dipimpin oleh Maldonado, Trump seakan-akan disamakan dengan Raja Persia yang ada dalam Injil. Pada saat Perang Salib, Raja Persia membebaskan oran-orang Yahudi dan memerintahkan untuk membangun kembali Yerrusalem.

"Kami berterimakasih bahwa negara ini telah lahir pada 1776, dan kami berharap tahun 2020 akan lahir kembali," ujar Maldonado.

"Yang dibutuhkan negara ini adalah seorang petarung dan pemenang untuk kebebasan," katanya menambahkan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya