Berita

Kapal milik Pemerintah Komunis China/Net

Politik

Kapal Pemerintah Komunis China Masih Bolak-balik Natuna, Bakamla Lawan Pakai White Hull

JUMAT, 03 JANUARI 2020 | 17:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kehadiran kapal-kapal Komunis China ke wilayah Indonesia, tepatnya di Perairan Natuna, Kepulauan Riau, masih terjadi hingga hari ini.

Sejak pagi tadi saja, terdapat 30 kapal nelayan China bersama tiga Coast Guard yang masih mondar-mandir di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia tersebut.

Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman, angkat bicara terkait hal tersebut.


Taufik, sapaan Achmad Taufiqoerrochman, mengatakan bahwa Bakamla siap pasang badan untuk mengusir kapal-kapal China yang akan kembali masuk ke Perairan Natuna.

"Kan sudah saya usir (yang 30 kapal dan tiga Coast Guard), balik lagi, terus kita usir lagi. Nah itu kita pantau terus beberapa hari ini," katan Taufik saat ditemui seusai Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (3/1).

Penambahan pasukan, diakui Taufik, juga sudah dilakukan. Namun, ia enggan menyebutkan jumlah pasukan Bakamla yang diturunkan di operasi ini.

Kendati demikian, ia memastikan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan TNI untuk menghadang kapal-kapal China yang masuk.

Adapun metode yang digunakan ialah dengan sistem penjagaan dan pengawasan teritori laut atau biasa disebut white hull, ketimbang sistem penindakan oleh Angkatan Laut atau grey hull.

"Orang sekarang lebih senang menggunakan white hull, daripada grey hull. Karena kalau kapal perang kan tensinya agak berbeda. Jadi Bakamla tetap di depan," tambah Taufik.

Kapal pencari ikan China dilaporkan telah masuk ke wilayah ZEE Indonesia di perairan Pulau Natuna dan melakukan pencurian ikan. Kapal Coast Guard China juga masuk ke perairan Natuna. Itulah yang membuat Kemlu RI protes ke China.

Namun China masih bersikukuh menganggap perairan yang dilintasi nelayan negara komunis itu merupakan bagian dari laut teritori mereka. China menyebut wilayah itu sebagai perairan di sekitar kepulauan Nansha (Spratly Islands).

Dari hasil rapat tingkat menteri hari ini, pemerintah telah mengaskan bahwa pemerintah China tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk mengklaim perairan Natuna sebagai miliknya.

Sebab berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB, perairan Natuna adalah milik RI dan China wajib menghormati hasil Konvensi tersebut.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya