Berita

Anies Baswedan/Net

Publika

Hari Kedua Banjir

KAMIS, 02 JANUARI 2020 | 17:35 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

TIKUS terapung di atas sendal. Alone. Bingung. Menunggu mati. Kasihan. Ular Sanca diringkus warga Kampung Rawa. Kecoa merayap di tembok. Ikan-ikan masuk rumah. Buaya lepas.  

"Banjir bikin udang naik ke otak," kata aktivis feminist Nursyahbani Katjasungkana.

Banjir menenggelamkan rumah-rumah mewah di Bogor. Dari Mega Mall Bekasi sampai Rumah Duka Boen San Bio di Tangerang.


BNPB menyatakan Bekasi merupakan titik banjir terbanyak. Ada 37 titik di Tangsel dan 7 pohon tumbang.

Menurut Wibowo Arif, dari 2.200 titik, Ahok minimalisir tinggal 80 titik banjir. Jawa Barat lebih banyak titik banjir dibanding Jakarta.

CNBC merilis: Banjir Jabotabek menewaskan 26 orang. Data BMKG menyatakan curah hujan kali ini tertinggi selama 154 tahun.

Dari Kawah Ijen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil & fam ucapkan “Happy New Year”.

Serangan terhadap Gubernur Jakarta Anies Baswedan bersifat terstruktur, sistematis, massive dan brutal.

Berbagai essay ditulis. Meme-meme bully diproduksi. Foto jadul Anies Baswedan & Walikota Arya Bima di pintu air disebar. Headline-nya; Anies cengar-cengir selfie di saat warganya kena bencana banjir.

Haters benci sekali. Segala cara diadopsi mendenigrasi dan downgrade Anies Baswedan.

Aniser protes; banyak haters bunyi dari luar Jakarta. Protes patah dengan jawaban; Koq mereka ngga apa-apa rilis SaveUighur. Sedangkan Bandung, Semarang or Manado lebih dekat dibanding Xinjiang.

Aniser berusaha melakukan contra issue. Tapi bahannya kurang. Defisit materi foto & info. Narasi diproduksi; Banjir di mana-mana tapi kenapa cuma Anies Baswedan yang disalahin.

Haters reply; Karena Gubernur lain tidak didukung gerombolan kadrun.

Syahdan, rupanya ada sesuatu yang much deeper. Figur Anies Baswedan sebenarnya tidak terlalu dimasalahin. Kelompok yang ngaku Pro Anies itu jadi fokus utama haters. Katanya, mereka radikals.

Aniser melakukan blunder; Sebar foto old Anies Baswedan berjas-hujan merah minum teh manis. Independent hackers recognized the photo. Haters bully dan ngetawain Aniser sebagai Grup dongo.

Hari kedua hujan stop. Tapi banjir semakin mendalam. Green Ville seleher. Apartement si Juhai sepinggang. Kemarin selutut. Warga mulai teriak kelaparan.

Anies Baswedan terus bergerak investigasi. Kemarin pagi dia terlihat di Pintu Air Manggarai bersama Sekda Saefulloh. Siangnya ke Latuharhari briefing pasukan biru. Sore ada di Cawang. Malam ke Kampung Pulo.

Rupanya air kiriman dari Puncak sumber utama banjir Jabotabek kali ini. Madame Poppy Dharsono kirim bukti videonya. Air bergelombang, meliuk-liuk cepat bagai naga yang turun. Air itu mengarah ke dataran rendah Jakarta.

Amukan haters medsos sedahsyat gelombang air yang turun. Pokoknya Anies mesti salah. Mereka cibir; Banjir bukan bencana tapi management volume air.

Atmosfer emosi ini melupakan 36 ribu orang pengungsu yang ditampung di posko-posko, masjid, sekolahan dan gereja. Haters sibuk hujat. Pro Anies sibuk marah.

Ada ibu tua Bourgeoisie di dalam mobil mewah berakting telepon Anies Baswedan. Dia marah-marah. Judes. Ketus. Dia berkata, "Anies back off…!!”

Pengusaha restorant bakmi Bambang Sungkono (Akuet) keheranan. "Banyak orang gila. Padahal kalau pun Ahok sekarang gubernur juga akan seperti ini," katanya.

Penulis adalah anggota Komunitas Tionghoa Anti Rasisme

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya