Berita

Benny Tjokro Tersandung Kasus Jiwasraya dan MYRX/Net

Bisnis

Apes Benny Tjokro, Kena di Jiwasraya Kena Pula di MYRX. Apa Yang Terjadi Sebenarnya?

KAMIS, 02 JANUARI 2020 | 09:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Benny Tjokrosaputro salah satu dari daftar yang dicekal Kejagung terkait kasus Jiwasraya tidak memenuhi panggilan Kejaksaan Agung.  

Kuasa hukum Benny Tjokrosaputro (Benny Tjokro) buka suara soal kliennya yang tidak memenuhi panggilan tersebut. Disebutkan, Benny Tjokro dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), sejak akhir pekan lalu.

"Pak Benny sedang mengalami gangguan kesehatan sehingga menjalankan perawatan di rumah sakit beberapa hari dan sudah mulai pulih secara perlahan," ucap Bob Hasan, kuasa hukum Benny, Rabu (1/1).


Kejagung memanggil Benny Tjokro untuk mendapatkan keterangan perihal mega skandal PT Asuransi Jiwasraya.

Karena ketidakhadiran tersebut, pemeriksaan Benny akan direncanakan lagi pada 6 Januari mendatang.

Nama konglomerat Benny Tjokrosaputro sedang menjadi perbincangan publik. Direktur utama sekaligus pemilik PT Hanson International Tbk (MYRX) dan PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) ini masuk dalam daftar nama 10 orang yang dicekal Kejaksaan Agung terkait skandal jumbo Jiwasraya.

Selain terbelit kasus Jiwasraya, ternyata Benny juga tengah menghadapi kasus perusahaannya sendiri yang juga sedang memanas.

Persoalan yang membelit PT Hanson International Tbk (MYRX) telah terendus publik sejak setahun lalu. Belakangan, muncul video pertemuan antara tim pengacara perusahaan milik Benny Tjokro bersama sejumlah nasabah MYRX.  

Nasabah merasa produk investasi yang ditawarkan MYRX telah merugikan. Mereka meminta uang kembali.

"Masalah ini sepele, kapan uang saya kembali?" ujar salah seorang nasabah dalam video yang sempat viral, pada Senin (30/12/).

Nasabah tersebut begitu lantang memastikan akan menempuh jalur hukum soal silang sengkarut ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memerintahkan MYRX memenuhi tanggung jawabnya.

"Tapi, sampai sekarang tidak dipenuhi, sehingga maaf dengan berat hati saya bakal menempuh jalur hukum," tandas nasabah tersebut.

Tim pengacara mempersilahkan jika ada pihak yang ingin mencari keadilan dengan menempuh jalur hukum.

Pihak pengacara juga menginformasikan kondisi perusahaan saat ini, terutama kepada investor yang belum tahu soal hal tersebut.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya