Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Daftar Penerimaan Pajak Indonesia Satu Dekade, Tahun 2019 Terburuk

RABU, 01 JANUARI 2020 | 02:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pendapatan negara di sektor pajak ini memang selalu menjadi batu sandungan bagi pemerintahan periode tertentu yang sedang berkuasa di Indonesia.

Bagaimana tidak, disetiap tahun anggaran baru, tidak pernah angka penerimaan pajak mencapai atau melebih 100 persen dari target. Yang ada justru penurunan penerimaan pajak cukup signifikan dari tahun ke tahun.

Di era Presiden Joko Widodo, sebagaimana data yang dihimpun Kantor Berita Politik RMOL hingga pukul 10.30 WIB, Selasa (31/12), pendapatan negara dari pajak hanya mencapai Rp 1.310,04 atau 83,04 persen dari target Rp 1.577,6, atau masih kurang Rp 267 triliun.
 

 
Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad, penerimaan pajak yang merosot disebabkan asumsi makro pemerintahan Jokowi salah kaprah.

Tauhid menjelaskan, Ramalan pemerintah tentang pertumbuhan pajak yang meleset, diiringi dengan kekeliruan dalam memprediksi pertumbuhan sektor industri manufaktur.

Padahal, ketepatan dalam memprediksi pertumbuhan industri manufaktur sangatlah mempengaruhi besaran atau jumlah penerimaan pajak disuatu negara.

"Maka sebenarnya itu tidak disadari pemerintah bahwa pertumbuhan industri yang berada dibawah 5 persen akan menjadi cerminan bahwa penerimaan pajak akan jauh lebih sulit," tutur Tauhid.

Berikut ini data perolehan penerimaan pajak sejak 2009 hingga 2019 dibawah ini:

2009: Realisasi Rp 545 triliun atau 94,5 persen dari target Rp 577 triliun. Tekor Rp 32 triliun.
2010: Realisasi Rp 628 triliun atau 94,9 persen dari target Rp 662 triliun. Tekor Rp 34 triliun.
2011: Realisasi Rp 743 triliun atau 97,3 persen dari target Rp 764 triliun. Tekor Rp 21 triliun.
2012: Realisasi Rp 836 triliun atau 94,5 persen dari target Rp 885 triliun. Tekor Rp 49 triliun.
2013: Realisasi Rp 921 triliun atau 92,6 persen dari target Rp 995 triliun. Tekor Rp 74 triliun.
2014: Realisasi Rp 985 triliun atau 91,9 persen dari target Rp 1.072 triliun. Tekor Rp 87 triliun.
2015: Realisasi Rp 1.055 triliun atau 81,5 persen dari target Rp1.294 triliun. Tekor Rp239 triliun.
2016: Realisasi Rp 1.283 triliun atau 83,4 persen dari target Rp1.539 triliun. Tekor Rp 256 triliun.
2017: Realisasi Rp 1.147 triliun atau 89,4 persen dari target Rp1.283 triliun. Tekor Rp 136 triliun.
2018: Realisasi Rp 1.315,9 triliun atau 92 persen dari target Rp1.424 triliun. Tekor Rp 108 triliun.
2019: Realisasi (per pukul 10.30 WIB, Selasa (31/12) Rp 1.310,04 triliun atau 83,04 persen dari target Rp 1.577,6 triliun. Tekor 267 triliun.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya