Berita

Jaya Suprana/Ist

Jaya Suprana

Mengenang Gus Dur

SENIN, 30 DESEMBER 2019 | 07:14 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TAK terasa sudah 10 tahun berlalu sejak Gus Dur meninggalkan dunia fana pada tanggal 30 Desember 2009.

Presiden Gus Dur


Telah satu dasawarsa berlalu sang Mahaguru Bangsa Indonesia meninggalkan kita semua.


Beliau telah tulus mengabdikan diri kepada negara, bangsa dan rakyat Indonesia sebagai Presiden IV Republik Indonesia yang menggelorakan semangat pluralisme sebagai pengejawantahan Bhinneka Tunggal Ika menjadi kenyataan kehidupan berbangsa dan bernegara di Tanah Air Udara kita tercinta ini.

Gus Dur pemrakarsa utama UU Anti Diskriminasi Ras demi menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum minoritas suku, ras dan agama  di persada Nusantara.

Presiden Gus Dur memulihkan peran dan fungsi tugas utama Kepolisian Republik Indonesia sebagai laskar penjaga keamanan di garda depan dalam negeri Republik Indonesia.

Jalan Pagi


Mustahil saya melupakan budi baik kemurahan hati Gus Dur berkenan memberi kesempatan bagi saya mendampingi beliau menunaikan tugas yang diwajibkan oleh Tim Dokter Kepresidenan untuk setiap dini hari jalan pagi mengelilingi taman di antara Istana Merdeka dan Istana Negara.

Pada saat-saat jalan pagi mendampingi presiden tersebut, saya beruntung dapat menimba pembelajaran tentang peradaban Islam langsung dari Kiai Haji Abdurrahman Wahid.

Saya juga beruntung memperoleh pencerahan falsafah kebangsaan dan kenegaraan langsung dari tidak kurang dari Presiden IV Republik Indonesia.

Adalah Gus Dur yang mewariskan wejangan kepada saya untuk senantiasa berpihak ke kaum tertindas selaras sila Kemanusiaan Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia. Dari Gus Dur pula saya memperoleh warisan berupa landasan kesadaran bahwa sejatinya kemanusiaan adalah mahkota peradaban.

Inkonstitusional

Namun sejak hari nahas  23 Juli 2001 lubuk sanubari saya senantiasa dihantui peristiwa angkara murka pemakzulan Presiden Gus Dur.

Maka besar harapan saya bahwa Pemerintah Republik Indonesia berkenan meninjau kembali pemakzulan terhadap  Presiden Gus Dur yang menurut mantan Menteri Pertahanan yang kemudian menjadi Ketua MK lalu kini Menko Polhukam, Prof DR. Mahfud MD merupakan sebuah prahara inkonstitusional yang secara yuridis  sama sekali tidak sah.

Penulis adalah cantrik Gus Dur pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya