Berita

Pengamat BUMN Toto Pranoto/Net

Bisnis

Terlalu Naif Jika Holding Asuransi Hanya Untuk Selamatkan Jiwasraya

JUMAT, 27 DESEMBER 2019 | 10:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wacana pembentukan Holding Asuransi oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dikritisi oleh pengamat BUMN Toto Pranoto.

Toto berpandangan, langkah itu terlalu naif jika hanya sebatas menyelamatkan PT. Asuransi Jiwasraya.

"Jadi kalau holding asuransi itu dibikin hanya untuk menyelamatkan Jiwasraya ya terlalu naif gitu loh ya," ujar Toto saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (27/12).


Justru semestinya, pembentukan Holding Asuransi bisa menjadi tonggak awal dari pengelolaan seluruh perusahaan yang bergerak di industri asuransi, dan bukan sebatas untuk menyelamatkan Jiwasraya.

"Ya jangka pendeknya bantu Jiwasraya lah. Tapi jangka panjangnya harus mampu menumbuhkan sinergi yang lebih kuat dan kemudian asuransi di Indonesia BUMN khsususnya, bisa kompetisi melawan asuransi internasional," kata Toto.

"Kan sekarang itu daya saing nasional masih kalah jauh dibandingkan daya saing asuransi internasional yang beroperasi di Indonesia," tambah Toto.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan akan membentuk membentuk induk usaha di sektor industri asuransi alias Holding Asuransi, yang direncanakan berlangsung pada awal tahun 2020.

Erick menyampaikan tujuan pembentukan Holding ini adalah untuk langkah awal penyelesaian kasus gagal bayar polis asuransi JS Saving Plan Jiwasraya senilai Rp 12,4 triliun.

Sementara, untuk dugaan tindak pidana korupsi juga sedang terus disidik oleh Kejaksaan Agung. Terdapat empat orang yang bisa dijerat dalam kasus korupsi di Jiwasraya ini.

Mereka diantaranya berinisial HR dan HP yang merupakan pihak internal Jiwasraya. Sementara dua orang lainnya ialah HH dan BTJ, yang berasal dati pihak swasta yang diduga menikmati hasil penyimpangan dana polis asuransi nasabah Jiwasraya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya