Berita

Foto:RMOL

Nusantara

Perguruan Silat Betawi "Silibet" Terima Pendekar Dari Singapura Dan Malaysia

RABU, 25 DESEMBER 2019 | 18:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perguruan Pencak Silat Betawi bernama Padepokan Intiraga Silat Lipet Sabet alias "Silibet" menerima kunjungan pendekar-pendekar Silat asal Singapura dan Malaysia, Rabu (25/12).

Pertemuan ini diberi nama "Lintas Budaya Tradisional Antar Negara" yang tema besarnya adalah mengangkat budaya tradisional Indonesia dan pertukaran budaya dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia.

Dalam acara ini, turut hadir guru besar Pencak Silat asal Singapura bernama Paman Iskandar Muda Temasek, dan sejumlah pendekar lainnya dari perguruan Silat asal Singapura dan Malaysia lainnya.


Ketua pelaksana acara, Arifin Brata mengatakan, acara ini merupakan penyambutan dan penghormatan kepada pendekar-pendekar silat di Singapura dan Malaysia yang telah ikut membesarkan nama budaya Betawi lewat launching buku tentang Silat Pengantin.

"Ini kunjungan balik tanggal 17 Desember kemarin, kita dari Silibet berangkat ke Singapura untuk launching buku silat pengantin kemarin," ujar Arifin kepada Kantor Berita Politik RMOL, di Sekretarian Intiraga Silibet, Jalan Pengadegan Timur Raya, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (25/12).

Buku silat pengantin sendiri, dijelaskan Arifin, merupakan catatan hasil pembelajaran Paman Iskandar Muda Temasek kepada Guru Besar Silat Cimande bernama Rifai, yang kini telah wafat.

"Itu (silat pengantin) kesamaan dengan budaya atau tradisi palang pintu. Maka dari itu kita disambut baik disana, dan ketika mereka datang kesini kita sambut balik lagi mereka," ucap Arifin.

Selain melakukan silaturahmi, Arifin mengatakan, pendekar-pendekar Singapura dan Malaysia ini juga akan berziarah ke makam Guru Rifai. Hal itu dilakukan atas dasar penghormatan kepada gurubesar pencak silat Indonesia.

"Jadi mereka berkunjung ke Indonesia dalam rangka silaturahmi, dan kedua untuk ziarah ke makam guru-guru besar yang ada di Cimande," tutupnya menambahkan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya