Berita

Jiwasraya yang Terbelit Kasus/Net

Bisnis

Erick: Kasus Jiwasraya Penyakit Lama, Ada Sejak 2006

SENIN, 23 DESEMBER 2019 | 10:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Demi memberikan kepastian pengembalian dana nasabah PT Asuransi Jiwasraya, pemerintah akan membentuk holding BUMN asuransi. Selain itu masih ada dua strategi lain yang saat ini tengah dimatangkan. Hal itu dikatakan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Itu langkah awal dulu, dari situ mungkin nanti ada dana Rp1,5 triliun-Rp2 triliun per tahun," terang Erick di Jakarta, Senin (23/12).

Erick mengatakan rencana pembentukan holding BUMN asuransi akan dibahas dengan Presiden Joko Widodo pada hari ini, Senin (23/12).


"Insya Allah akan ada persetujuan dari Presiden pada hari ini," katanya.

Jika presiden menyetujui, maka pembentukan holding akan diproses dalam waktu satu atau dua bulan ini  agar terjadi cash flow dan jalan keluar.

"Supaya prosesnya cash flow-nya ada, supaya kita yakinkan bahwa uang itu kita carikan jalan. Pemerintah akan hadir untuk rakyat, bertanggung jawab untuk memberikan solusi," jelas Erick.

Selain membentuk holding BUMN asuransi, untuk menjamin kepastian pengembalian dana nasabah, Erick mengatakan pihaknya juga punya dua strategi lain. Namun sampai dengan saat ia masih belum mau menjelaskan dua langkah lanjutan yang dimaksudnya tersebut.

"Ya tentu saya bisa belum bisa bicara lancar ke 2 dan 3 secara korporasi. Takutnya nanti salah persepsi. Intinya pemerintah pasti akan memberikan solusi supaya ada kepastian," katanya.

Sebelumnya, Jiwasraya gagal membayar klaim nasabahnya untuk produk saving plan akibat mengalami masalah keuangan.

Produk yang dijual melalui jalur kerja sama dengan bank mitra ini melibatkan tujuh bank, yakni BRI, BTN, Bank DBS Indonesia, KEB Hana Bank Indonesia, Bank QNB Indonesia, Standard Chartered Bank Indonesia, dan Bank Victoria.

Pada Oktober 2018 lalu, perseroan kedapatan meminta penundaan pembayaran klaim polis jatuh tempo sebesar Rp802 miliar akibat tekanan likuiditas.

Erick mengatakan masalah keuangan yang menimpa Jiwasraya merupakan penyakit lama.

Ia menerangkan, penyebutan waktu terjadinya masalah keuangan yang menimpa Jiwasraya disebutkan untuk mendiskreditkan pemerintahan waktu itu. Namun, masalah Jiwasraya telah terjadi sejak tahun 2006 berdasarkan data yang ia peroleh.

"Memang sejak 2006. Sampai sekarang pemerintah bekerja untuk hal-hal seperti itu dan bukan untuk dikotomi, oh ini pemerintah dulu dan ini pemerintah sekarang, tidak," katanya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya