Berita

Anggota DPR dari PKS, Sukamta/Net

Pertahanan

PKS: Pemerintah Harus Lebih Serius Basmi Kelompok Separatis Papua

KAMIS, 19 DESEMBER 2019 | 05:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Berita duka menghampiri rakyat Indonesia. Seorang anggota Kopassus asal Kabupaten Dairi, Sumut, Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar gugur dan Serda Rizky yang mengalami luka parah dalam peristiwa baku tembak dengan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua Merdeka di Kabupaten Intan Jaya.

Anggota komisi 1 DPR RI Sukamta dalam pernyataan tertulisnya ( 18/12/2019) menyatakan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Merdeka harus di basmi secepatnya.

"Sedih sekali ketika kembali baku tembak dan menelan korban jiwa akibat serangan dari KKB Papua Merdeka. Saya mengucapkan belasungkawa kepada keluarga pahlawan Indonesia, Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar. Semoga Aiptu Rukur sekeluarga diberikan kesabaran dan ketabahan," ujar Sukamta lewat siaran persnya yang diterima wartawan, Rabu (18/12).


Selain itu, Sukamta mendoakan Serda Rizky segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali bertugas. Sukamta kemudian mendesak pemerintah untuk bertindak tegas dan segera dalam membasmi KKB Papua Merdeka.

" Saya rasa pemerintah harus lebih serius memberantas KKB Papua Merdeka ini. Sama seperti sapu bersih teroris kelompok Santoso. Jangan sampai korban kembali jatuh. Selain itu, pemerintah juga perlu lebih aktif melakukan deradikalisasi terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang aktif dalam penggalangan opini, ideologisasi gerakan Papua Merdeka," tegasnya.

"Sepak terjang KKB Papua Merdeka ini semakin meresahkan akibat tidak ditangani secara serius. Semakin lama bukan semakin padam namun semakin membesar gerakan makar Papua Merdeka. Upaya memberantas gerakan harus dilakukan secara komprehensif mulai dari ideologi, penyebaran gerakan hingga tindakan hukum secara tegas," jelas Sukamta, yang juga Wakil Ketua Fraksi PKS

Selain kepada pemerintah, Sukamta juga berpesan kepada rakyat Indonesia khususnya orangtua untuk meneladani perjuangan orang Lettu Erizal dalam mendidik anaknya.

"Kita harus meneladani perjuangan orangtua Lettu Inf Erizal Zuhry Sidabutar STr.Han, yang berhasil mendidik anak-anaknya. Tidak malu menyambi berkebun usai tugas kedinasan dan berdagang kue demi pendidikan terbaik anak-anaknya," tutup Sukamta.

Lettu Inf Erizal Zuhry Sidabutar STr.Han,  merupakan anak kedua dari Aiptu Rukur mengenyam pendidikan di Akmil tahun 2011-2015. Saat ini bertugas di Satuan Penanggulangan Teror Kopassus, Jakarta. Dua saudara kandung Lettu Inf Erizal Zuhry Sidabutar STr.Han merupakan perwira TNI jebolan Akademi Militer dan Akademi Angkatan Laut.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya