Berita

Temu Media Kemlu, Capaian Diplomasi Multilateral, Senin (16/12)/RMOL

Bisnis

Minyak Sawit Indonesia Faktor Pengentasan Kemiskinan

SELASA, 17 DESEMBER 2019 | 07:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, Indonesia menilai penting untuk terus melakukan diplomasi kepada dunia, terutama Eropa.

Diplomasi yang lebih kuat dan aktif sangat menentukan peran Indonesia dalam pergaulan global. Sebaliknya, diplomasi yang lemah akan membuat posisi Indonesia tidak diperhitungkan.

Kasus diskriminasi Uni Eropa terhadap minyak kelapa sawit Indonesia adalah contoh menarik pentingnya diplomasi berkelanjutan.


Direktur Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian A Ruddyard menyatakan bahwa budidaya dan pengolahan minyak kelapa sawit dapat digunakan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Tahun depan kita ingin tonjolkan sektor kelapa sawit bisa menjadi cara untuk mencapai SDGs. Kita akan coba susun pedomannya,” kata Febrian dalam temu media di Jakarta, Senin (16/12).

Pedoman minyak kelapa sawit yang sedang disusun Indonesia di bawah kerangka Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), akan menyoroti peran industri minyak kelapa sawit dari sisi pencapaian SDGs.

Pada saat bersamaan, pemerintah Indonesia mengedepankan pentingnya sertifikasi, baik menurut standardisasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) maupun Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang dapat menunjukkan bahwa industri minyak kelapa sawit dikelola secara berkelanjutan, demikian uraian Direktur Perdagangan, Komoditas, dan Kekayakaan Intelektual Kemlu Hari Prabowo.
 
"Yang ingin kita lakukan adalah untuk meningkatkan profil dan penerimaan pihak-pihak internasional atas sertifikat minyak sawit kita," kata Hari.
 
Kedua sertifikat tersebut akan secara objektif menelaah CPO dari berbagi aspek SDGs, termasuk aspek pengurangan tingkat kemiskinan serta mengatasi ketimpangan dan ketidaksetaraan.

"Jika dilihat dari faktor pengentasan kemiskinan, minyak sawit Indonesia dapat digolongkan berkelanjutan karena pekerja industri sawit sendiri merupakan para petani kecil," urainya.

Selain itu, Hari menyebut bahwa Indonesia mendorong agar minyak nabati lain mendapatkan sertifikasi resmi agar dapat secara adil dibandingkan dengan minyak kelapa sawit. Saat ini dari semua jenis minyak nabati yang ada, baru minyak kelapa sawit yang memiliki sertifikasi.

Untuk itu, pada 2020, Indonesia akan mengampanyekan agar semua minyak nabati, seperti minyak kedelai dan minyak biji bunga matahari, memiliki standar sertifikat yang selaras dengan SDGs.

"Jika negara-negara di dunia dan masyarakat internasional benar-benar berkomitmen memajukan SDGs dan agenda pro-lingkungan, maka seharusnya konsep ini bisa diterima. Dengan demikian kita bisa membandingkan CPO secara adil dengan produk minyak nabati lainnya,” tutur Hari.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya