Berita

Gibran dan Bobby punya modal politik kuat dan berada di momentum yang pas untuk maju di Pilkada 2020/Net

Politik

Hensat: Jokowi Merupakan Modal Politik Gibran Dan Bobby

SENIN, 16 DESEMBER 2019 | 09:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) semakin dekat. Partai Politik pun sedang membuka lebar-lebar pintu mereka dengan memberikan kesempatan bagi kader dan masyarakat umum yang ingin maju mengikuti bursa calon Kepala Daerah.

Tak terkecuali anak presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka yang akan mengarungi Pilwalkot Solo, dan sang menantu Bobby Nasution di Pilwalkot Medan.

Terkait hal ini, publik pun mempertanyakan kapasitas anak dan menantu Jokowi tersebut untuk menjadi pemimpin di daerahnya.


Analis politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menjawabnya dalam salah satu program televisi yang diunggah melalui Twitter hari ini, Senin (16/12).

"Kalau kapasitas kita tidak boleh ragukan. Karena nggak punya hak juga kita menilai kapasitas orang lain," ujar Hendri Satrio dalam akun Twitter pribadinya.

Kendati begitu, pria yang akrab disapa Hensat ini mengatakan, baik Gibran maupun Bobby memiliki modal yang sangat kuat di politik saat ini.

"Tapi blood line atau jalur darah, dalam politik ini suatu keuntungan. Jadi apa sih modal politiknya Mas Gibran dan Bang Bobby? Ya memang Joko Widodo," ungkap founder lembaga survei Kedai Kopi itu.

Hensat menegaskan hal itu tentu tidak bisa dipungkiri. Meski demikian, majunya Gibran dan Bobby di Pilkada 2020 secara peraturan boleh-boleh saja.

"Memang kita kalau mau lihat secara fair pertarungan, nanti setelah bapaknya selesai, kemudian mau maju, maju deh," kata Hensat.

"Tapi bicara momentum, itu susah buat Gibran. Saya yakin Gibran belajar dengan apa yang terjadi terhadap AHY. Karena begitu bapak SBY selesai, semua publik di Indonesia 'This is Jokowi's time'. Gak lagi pak SBY. Momentumnya sudah lewat," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya