Berita

Menteri BUMN, Erick Thohir bersama Menkeu Sri Mulyani dan jajaran Bea Cukai/Net

Bisnis

Erick Thohir Harus Buang 142 Anak Cucu Pertamina Kalau Nggak Guna

SABTU, 14 DESEMBER 2019 | 15:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri BUMN, Erick Tohir diminta memastikan anak cucu perusahaan PT Pertamina (Persero) yang disebut mencapai 142 perusahaan.

Peneliti Indef, Berly Martawardaya menyebut, penyelidikan keberadaan ratusan anak perusahaan itu perlu untuk mengetahui seberapa besar kontribusinya bagi negara.

anak cucu perusahaan PT Pertamina (persero) itu memiliki fungsi bisnis atau justru sebaliknya.


"Perlu diperjelas kenapa ada sekian perusahaan. Apakah dia fungsinya untuk mendukung call bisnis dari Pertamina? Ini yang perlu dilakukan oleh Pak Erick Tohir dengan timnya ke depan," ujar Berly dalam diskusi publik bertajuk 'Garuda dan Momentum Pembenahan BUMN' di Kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12).

Menurut Berly, jika ratusan anak cucu perusahaan itu tidak memiliki call bisnis, lebih baik dibubarkan. Sebab, perusahaan negara harus berkontribusi terhadap negara.

"Jadi, apakah dia (perusahaan) sudah jadi perusahaan yang sehat sesuai dengan tujuan didirikan? Kalau dia tidak sehat, tidak sesuai dengan pendiriannya ya ditutup aja," kata Berly.

Lebih lanjut, Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) ini menilai ratusan anak hingga perusahaan di tubuh PT Pertamina itu belum jelas project yang digarap, apakah sejurus dengan Pertamina atau justru sebaliknya.

"Harus dilihat call bisnisnya apa, project-project-nya apa? Yang dapet dari BUMN-nya berapa? Yang dari luarnya (swasta) berapa?" pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya