Segala upaya mahasiswa dalam membela kepentingan rakyat mendapat dukungan penuh dari DPR. Penegasan itu bahkan disampaikan saat BEM Nusantara mendatangi Komisi III DPR pada Selasa lalu (10/12).
Anggota Komisi III DPR, Eva Yuliana mengurai bahwa dalam pertemuan itu, dirinya mempersilakan mahasiswa meminta bantuan jika mengalami intimidasi.
"Kita terus dukung perjuangan mahasiswa yang membela kepentingan rakyat," katanya kepada wartawan, Kamis (12/12).
Lebih lanjut, dia berharap komunikasi antara mahasiswa dengan anggota dewan bisa terus terjalin dengan baik. Menurutnya, kalau komunikasi lancar, segala sesuatu bakal berakhir dengan baik.
"Dengan komunikasi yang baik insyaAllah segala sesuatunya akan jadi baik," tegasnya.
Sementara menanggapi keributan kecil yang terjadi saat pertemuan itu, Eva menganggap masalah telah selesai. Keributan yang dimaksud adalah teguran mahasiswa kepadanya untuk memperhatikan aspirasinya dan tidak fokus pada handphone.
Menurut Eva, hal itu terjadi hanya karena ada kesalahpahaman dari mahasiswa. Dia memastikan tidak sedang bermain HP dan serius mendengarkan pemaparan mahasiswa.
Kabar Eva main HP tersebut juga diluruskan oleh Wakil Ketua Komisi III Adies Kadir. Menurutnya Eva tidak sedang main HP melainkan sedang mencari latar belakang kasus-kasus HAM di internet.
Sebab, saat itu BEM Nusantara sedang mengadukan mengenai masalah HAM dan intimidasi terhadap para mahasiswa.
“Kami berharap besar kepada Komisi III jangan cuma dicatat. Tapi mengakomodasi aspirasi mahasiswa,†tegasnya.
Senada itu, Koordinator Pusat BEM Nusantara Hengki Primana juga mengaku pihaknya telah meminta maaf pada Eva.
“Sebenarnya tidak seperti itu kok. Selaku adik saya minta maaf kepada Mbak Eva,†tutupnya.