Berita

Amerika Serikat dan Iran/Net

Dunia

Beri Sanksi Baru Untuk Iran, AS Ingin Ada Pertukaran Tahanan

KAMIS, 12 DESEMBER 2019 | 11:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat kembali "menghantam" Iran dengan serangan sanksi baru. Kali ini sanksi menargetkan beberapa perusahaan transportasi Iran karena terlibat dalam pengiriman suku cadang rudal.

Sanksi yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri AS tersebut menargetkan perusahaan pelayaraan negara Iran dan perusahaan yang berbasis di China.

Dikatakan oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, sanksi juga akan berlaku pada perusahaan maupun negara yang melakukan bisnis, termasuk dengan cara pembekuan aset yang mereka miliki di yuridiksi AS.


"Penunjukkan hari ini memberi tahu dunia bahwa mereka yang terlibat dalam transaksi gelap dengan perusahaan-perusahaan ini akan menghadapi risiko paparan dan sanksi sendiri," ujar Pompeo seperti yang dimuat AP, Kamis (12/12).

Dengan adanya sanksi tersebut, Pompeo kembali menyatakan harapannya untuk melakukan pertukaran tahanan dengan Iran. Karena hal tersebut dapat membuka pintu dialog antara AS dan Iran.

"Saya berharap pertukaran yang terjadi akan mengarah pada diskusi yang lebih luas tentang urusan konsuler. Kmai berupaya menggunakan ini sebagai peluang untuk melanjutkan upaya itu," tambah Pompeo.

Menurut pihak berwenang AS, saat ini Iran menahan satu warga negara AS dan lima warga negara AS-Iran. Sementara AS sendiri menahan 20 warga negara Iran. Pada Senin (9/12), Iran mengatakan siap untuk melakukan pertukaran tahanan.

Sementara itu, menanggapi sanksi ini, Jurubicara misi Iran untuk PBB Alireza Miryousefi mengatakan sanksi tersebut adalah terorisme ekonomi AS terhadap Iran karena telah secara langsung menargetkan mata pencaharian rakyat.

"Meski demikian, rakyat Iran tidak akan takut dengan kekuatan asing," kata Alireza Miryousefi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya