Berita

Rachmat Kaimuddin Bos Bukalapak Yang Baru/Net

Bisnis

Bankir Bukopin Jadi Bos Bukalapak Gantikan Zaky

KAMIS, 12 DESEMBER 2019 | 06:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bukalapak ditinggalkan pendirinya, Achmad Zaky. Setelah 10 tahun membesarkan e-commerce tanah air, Zaky memilih mundur.

Menurut Zaky sudah waktunya untuk meregenerasi. Posisi Zaky di Bukalapak saat ini lebih kepada adviser dan masih sebagai founder.
 
Pengganti Zaky akan mulai aktif menggantikan posisi Zaky di Bukalapak. Tepatnya, per 6 Januari 2020, Rachmat Kaimuddin akan menjadi CEO baru Bukalapak.


Lalu seperti apa profil Rachmat Kaimuddin?

Ia adalah anak muda berprestasi, alumni Massachusetts Institute of Technology dan Master of Business Administration dari Stanford University.

Berbagai posisi strategis pernah didudukinya. Rachmat pernah menduduki jabatan sebagai Managing Director sekaligus Chief Financial Officer PT Cardig Air Service (2009-2011). Kemudian, menjadi Group Chief Financial Officer di PT Amstelco Indonesia Tbk (2011-2012), Vice President dan sekaligus Chief Rep. Officer for Indonesia di Baring Private Equity Asia (2012-2014).

Rachmat juga dipercaya menjabat Direktur Keuangan PT Bosowa Corporindo (2014-Mei 2018) dan Komisaris Bank Bukopin  (2014-2018).

Pada 2018, ia ditunjuk sebagai chief financial officer Bukopin yang setahun kemudian memimpin Bukalapak.

"Muhammad Rachmat Kaimuddin adalah seorang leader yang berpengalaman dengan latar belakang pendidikan, teknik, dan pengalaman bekerja di bidang manajemen keuangan," begitu keterangan pers Bukalapak.

Bukalapak adalah salah satu startup e-commerce terbesar di Indonesia. Bukalapak telah menyandang status sebagai unicorn atau bervaluasi US$ 1 miliar.

Pada suntikan dana terbaru valuasi perusahaan sudah menyentuh US$2,5 miliar.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya