Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Ternyata IKAGI Pecah, Kubu Achmad Beri Dukungan Positif Lewat Karangan Bunga

SELASA, 10 DESEMBER 2019 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) 'tandingan' dengan ketua Achmad Haeruman memberikan 10 karangan bunga kepada Menteri BUMN Erick Thohir.

Ada sekitar 33 karangan bunga yang menghiasi halaman depan kantor Erick di Jalan Medan Merdeka, Senin (9/12).

Menariknya, halaman kantor Erick menjadi banyak karangan bunga dari IKAGI dengan dua kubu yang berbeda. IKAGI dengan ketua Achmad Haeruman dan IKAGI dengan ketua Zaenal Muttaqin.


Selan dari IKAGI dengan dua kubu itu, ada juga karangan bunga dari Asosiasi Awak Kabin Indonesia, Yayasan Awak Kabin Indonesia, hingga Keluarga Karyawan Garuda Indonesia.

Kubu Achmad Haeruman lebih banyak menulis pesan dukungan positif tanpa sedikit pun 'sindiran' kepada I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, Dirut Garuda yang diberhentikan dari jabatan direktur utama perusahaan pada pekan lalu oleh Erick karena kasus penyelundupan.

“Kami patuh menjunjung pakta integritas etika bisnis etika kerja pegawai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk," tulis salah satu karangan bunga yang dikirimkan atas nama IKAGI Achmad Haeruman dan terpampang di lobi Kementerian BUMN.

Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Tommy Tampatty yang berada di pihak Achmad Haeruman menyatakan karangan bunga berisi dukungan positif sengaja diberikan agar sentimen yang muncul usai kasus pemberhentian Ari Askhara tidak melulu buruk.

IKAGI 'tandingan' dengan ketua bernama Achmad Haeruman membantah berbagai keluhan awak kabin yang dilontarkan oleh IKAGI kubu Zaenal Muttaqin.  Kubu Zaenal dianggap hanya memberikan keluhan buruk yang mampu merusak citra maskapai nasional.

Achmad mengklaim bahwa per 14 September 2019, IKAGI berada di bawah kepemimpinannya dengan Sekjen Mega Wijana.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya