Berita

Presiden Joko Widodo bersama pimpinan KPK/Net

Politik

Jokowi: Perppu KPK Masih Dipertimbangkan

SELASA, 10 DESEMBER 2019 | 03:09 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah hingga saat ini masih mempertimbangkan kemungkinan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pertimbangan tersebut mengingat hingga saat ini UU 19/2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi belum berjalan.

“Kalau nanti sudah komplet, sudah ada Dewas (Dewan Pengawas), pimpinan KPK yang terbaru nanti kita evaluasi. Saya kira perlu mengevaluasi seluruh program yang hampir 20 tahun ini berjalan,” kata Presiden Jokowi dilansir Setkab, Senin (9/12).


Dalam dinamika UU KPK yang baru, beberapa hal disoroti, seperti tugas penindakan KPK yang tertuang dalam operasi tangkap tangan (OTT). Kendati demikian, pembangunan sistem juga tak kalah penting dalam rangka memberikan pagar-pagar agar penyelewengan korupsi itu tidak terjadi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah rekrutmen politik. Ia tak ingin proses rekruitmen politik membutuhkan biaya yang besar dan berimbas pada fokus pelaku politik untuk berusaha mengembalikan biaya yang sudah dikeluarkan.

“Evaluasi-evaluasi seperti inilah yang harus kita mulai koreksi sehingga betul-betul setiap tindakan itu ada hasilnya yang kongkret, bisa diukur,” papar Presiden.

Oleh karenanya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini akan segera melakukan pertemuan dengan KPK untuk menyiapkan hal-hal tersebut, baik mengenai pembangunan maupun perbaikan sistem.

Perbaikan sistem tersebut nantinya bisa ditinjau dari sisi eksekutif daerah, pemerintah pusat, kepolisian atau di sisi kejaksaan.

“Sehingga tidak sporadis dan evaluasi itu sangat penting,” tegasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya