Berita

Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem Ahmad Ali (dua dari kanan)/Net

Politik

Tolak Politik Mahar, Nasdem: Berutanglah Hanya Kepada Rakyat

SELASA, 10 DESEMBER 2019 | 02:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Politik tanpa mahar ditegaskan Partai Nasdem kepada para kadernya dalam perayaan Hari Antikorupsi. Hal itu ditegaskan agar menciptakan parpol yang bersih dari tuduhan korupsi.

"Kami ingin berkontribusi, kami tidak ingin membangun atau melahirkan pemimpin yang ketika hadir, dia berpikir bagaimana mengembalikan utangnya," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem Ahmad Ali usai menghadiri Rapat Konsolidasi Partai Nasdem Kalimantan Utara, di Tarakan, Senin (9/12)

Ali mengatakan, mahar dalam politik hanya akan melahirkan politisi tidak baik. Pasalnya jika terpilih nanti, orang tersebut akan fokus untuk mengembalikan modal maharnya.


Namun jika tanpa mahar, sosok terpilih itu hanya akan berutang komitmen kepada masyarakat, sehingga tidak ada beban untuk mengembalikan modal.

"Kami ingin ketika terpilih hanya berutang kepada rakyat. Rakyat tidak harus dibayar dengan uang, tapi hanya butuh prestasi. Janji politik dibayar," ujar Ali.

Ali menegaskan slogan 'Politik Tanpa Mahar' bukanlah pencitraan Partai Nasdem saja, melainkan merupakan syarat wajib bagi seluruh kader dalam berpolitik.

"Ini (berpolitik tanpa mahar) bukan hal mudah pastinya bahwa melahirkan kepercayaan masyarakat. Kalau tidak hari ini kapan kita mulai? Kalau semua ditakutkan hanya karena sulit ya kita tidak masalah, jangan berfikir hasil, tapi ke depannya," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya