Berita

Puan Maharani/Net

Politik

Puan Maharani: Jumlah Koruptor Tertangkap Bukan Patokan Gerakan Anti Korupsi

SENIN, 09 DESEMBER 2019 | 13:36 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Jumlah koruptor yang ditangkap bukan tolak ukur keberhasilan gerakan anti korupsi. Sebab, selain penindakan, perlu ada juga upaya pencegahan terhadap perilaku korupsi.

Begitu tekan Ketua DPR RI Puan Mahrani dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 2019 kepada wartawan, Senin (9/12).

Diuraikan Puan bahwa keberhasilan gerakan anti korupsi diukur berdasarkan nihilnya orang yang menjalankan tindak pidana korupsi.


“Karena itu, perlu sebuah sistem yang mampu mencegah upaya-upaya tindak pidana korupsi,” ujar ketua DPP PDIP itu.

Salah satu upaya pencegahan perilaku korupsi yang dapat diterapkan, kata Puan, adalah dengan menghilangkan metode tatap muka atau membuat pengurusan birokrasi serba digital.

Misalnya penerapan e-tilang, e-samsat, e-procurement, e-budgeting, dan e-planning. Puan menilai, kebijakan  memangkas regulasi atau debirokrasi seperti di atas dapat meningkatkan efisiensi pelayanan publik menjadi  sederhana, cepat, dan transparan, sehingga tidak ada relevansi untuk menyuap.

Sambungnya, di sisi lainnya penerapan kebijakan tersebut hanya dapat elakukan pencegahan korupsi di tingkat hilir. Sementara belum menjangkau pencegahan perilaku korupsi yang berada di hulu, yakni berupa korupsi kebijakan.

Atas dasar itu pula, Puan meminta agar Peraturan Presiden 54/2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi di mana KPK menjadi koordinator diperkuat dengan upaya pencegahan di sektor hulu.

“Selain itu, Strategi Nasional Pencegahan Korupsi perlu dikampanyekan secara masif agar masyarakat ikut terlibat dalam upaya-upaya pencegahan korupsi," katanya.

"Menanamkan perilaku dan sikap anti korupsi perlu dilakukan sejak dini,” demikian Puan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya