Berita

Amien Rais/Net

Politik

PAN Harus Mulai Memikirkan Tidak Lagi Bergantung Pada Figur Amien Rais

SENIN, 09 DESEMBER 2019 | 10:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Partai Amanat Nasional (PAN) diwarnai oleh kericuhan antar kader, di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12).

Menanggapi hal tersebut, analis politik dari Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah mengatakan, hal itu kerap terjadi untuk menciptakan demokrasi di internal partai politik.

"Polemik dalam proses regenerasi kepemimpinan parpol biasa terjadi, tetapi bagi PAN ada hal khusus, yakni dominannya Amien Rais dalam mewarnai politik internal PAN," ujar Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (9/12).


Dedi menerangkan, Amien Rais kerap mendominasi di tubuh PAN sehingga proses regenerasi partai matahari itu mengalami kesulitan lantaran tersandung senioritas.

"Sementara itu, Zulhas (Zulkifli Hasan) sebagai ketum sejauh ini terlalu akomodatif, sehingga menemui titik sulit dalam pengambilan keputusan, terlebih menjadi penengah kekisruhan," katanya.

Oleh karena itu, tambah Dedi, PAN harus mulai memikirkan untuk tidak lagi terlalu bergantung pada pemikiran Amien Rais, terlebih proses regenerasi di PAN seharusnya sudah dimulai sejak usai Pemilu 2014, sehingga hari ini yang muncul semestinya kalangan muda.

Namun, hal tersebut mustahil untuk dilakukan lantaran Amien Rais masih menguasai partai.

"Tetapi memang dilema, kalangan muda yang menonjol justru seolah berada dalam lingkaran Amien Rais, sehingga pola berpikir revolusioner itu kurang mengeliat," ucapnya.

"Jika demikian, PAN masih harus dipimpin kalangan senior, yang setidak-tidaknya berani mengambil sikap berbeda dengan Amien Rais," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya