Berita

Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem Ahmad Ali/Ist

Politik

Nasdem: Politik Tanpa Mahar Bukan Untuk Pencitraan

SENIN, 09 DESEMBER 2019 | 09:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Nasdem memiliki slogan "politik tanpa mahar" yang menjadi haluan dalam berdemokrasi di Indonesia. Kalimat itu ternyata mempunyai makna mendalam. Haluan itu tercipta bukan untuk pencitraan, melainkan hal yang diserap dari keluh kesah masyarakat terkait dengan politik yang diidentikkan dengan uang.

"Itu lahir dari riset, dari penelitian terkait harapan masyarakat terhadap partai politik, salah satunya lahirlah itu, politik tanpa mahar. Jadi bukan untuk pencitraan bagi NasDem, melainkan sebagai tuntutan rakyat Indonesia," jelas Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem Ahmad Ali di sela-sela kunjungan safari konsolidasi Partai Nasdem di Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (8/12)

Menurutnya, Nasdem tetap berkomitmen membangun demokrasi tanpa mahar politik. Mahar politik dinilai menjadi salah satu pemicu munculnya praktik korupsi sehingga menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai politik.


"Partai Nasdem lahir di era reformasi dan tetap berkomitmen untuk membangun demokrasi di Indonesia lebih baik tanpa adanya mahar politik," tegasnya.

Menyongsong Pilkada serentak 2020 mendatang, ada sekitar 200 daerah yang bakal menggelar pilkada dan Nasdem kembali mengingatkan tentang dampak buruk akibat praktik mahar politik.

Ahmad Ali menegaskan momen Pilkada adalah batu loncatan bagi Nasdem untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap kiprah partai melalui edukasi politik yang sehat.

"Untuk mendapat rekomendasi Nasdem para bacalon kepala daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota tidak perlu berkenalan dengan wakil ketua umum atau pengurus DPP Nasdem lainnya. Tidak juga harus datang membawa sekoper uang karena hal itu tidak menjadi syarat Partai Nasdem," ujarnya.

Nasdem akan menyaring calon kepala daerah melalui hasil survei dari 8 lembaga survei. Dari hasil itu, dipilih untuk diberikan rekomendasi usungan partai berdasarkan kriteria yang diharapkan masyarakat. Calon kepala daerah yang diusung adalah putera terbaik, tidak mesti kader partai.

"Kita bisa membaca keinginan publik lewat lembaga survei. Jika sudah tahu tidak berpotensi jangan kita paksakan," tuturnya.

Oleh sebab itu, Nasdem berkomitmen tetap konsisten menolak mahar politik meski itu dianggap wajar.

Ahmad Ali menambahkan bagi bakal calon bupati, walikota, dan gubernur yang melamar ke Nasdem agar sejak dini menyiapkan gagasan perubahan demi mensejahterakan masyarakat.

Dia meyakini, kepala daerah yang lahir dari kontestasi Pilkada tanpa mengumbar mahar politik akan membawa perubahan besar, dan tak rentan melakukan korupsi saat menjabat nanti.

Safari konsolidasi Partai Nasdem etape pertama itu meliputi seluruh provinsi di Pulau Kalimantan. Sebelum ke Kalimantan Timur, rombongan DPP Partai Nasdem yang dipimpin Ahmad Ali itu telah berkunjung ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Selanjutnya akan menggelar agenda konsolidasi bersama kader NasDem di Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat.

Selain Wakil Ketua Umum Ahmad Ali, pengurus DPP Partai Nasdem yang mengikuti safari konsolidasi diantaranya Ketua DPP bidang Organisasi dan Keanggotaan Rusdi Masse, Ketua DPP bidang Media dan Komunikasi Publik Charles Meikyansah, Ketua Teritori Partai Nasdem Kalimantan Syarif Abdullah Alkadrie, serta Ketua Umum DPP Garnita Malahayati Indira Chunda Thita.

Agenda safari konsolidasi itu digelar menindaklanjuti hasil Kongres Partai Nasdem ke-II di Jakarta yang menargetkan Partai Nasdem tampil sebagai pemenang di Pemilu 2024 mendatang.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya