Berita

Erick Thohir/Net

Publika

Hilangnya Rasa Dan Budaya Malu

SENIN, 09 DESEMBER 2019 | 07:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

APA yang dipandang buruk oleh publik semestinya disikapi dengan rasa malu oleh pejabat publik. Rasa salah harus ada dan kemudian memperbaiki dengan semaksimal mungkin.

Watak koreksi diri itu mulia. Tidak mengulangi perbuatan tersebut. Menutupi dan membuat langkah yang lebih baik. Kehilangan rasa malu menjadi bahaya, apalagi melekat pada pejabat.

Garuda Indonesia termasuk BUMN merugi meski aneh di tengah tingkat keterisian yang cukup bagus dan menjadi airways yang favorit.


Akan tetapi perilaku Dirut yang gonjang ganjing dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan Sepeda  Brampton cukup ironis. Akhirnya bongkar bongkar perilaku jabatan Ari Askhara sebelumnya dan itu memang memalukan.

Karyawan menjadi saksi kemewahan. Pemecatan adalah sanksi teringan. Semestinya ada pemidanaan. Cuma tak tahu malunya adalah perlawanan atas pemecatan tersebut. Artinya masih juga merasa tak bersalah.

24 BUMN telah merugi. Perusahaan plat merah yang "kebakaran" antara lain PT Iglas, PT INTI, Indo Farma, Aneka Tambang, Pos Indonesia, PAL, PT Dirgantara Indonesia, Bulog hingga Garuda Indonesia.

Di tengah keprihatinan dan kengerian merosotnya sejumlah BUMN baik Menteri Rini Soemarno dulu maupun Erick Tohir yang baru masih menunjukkan sikap digjaya. Tidak terlihat prihatin, sesal, dosa atau spirit untuk membangkitkan.

Mantan Napi saja seperti Ahok masih ditempatkan Erick di Komut Pertamina. Dengan nyaman presiden pun membagi bagi kroni untuk berbagai jabatan di BUMN.

Gubernur Ganjar Pranowo menantang "apa salahnya jika suka menonton video porno?" Sebenarnya salahnya adalah tak punya malu. Perbuatan buruk bukan untuk dipamerkan.

Tak salah Ganjar suka video porno. Tapi bekal "moralitas" semestinya malu untuk memamerkan aib. Simpan saja di kantong pribadi, bukan untuk digembor gemborkan. Ganjar itu Gubernur bukan preman klub malam.

Menteri Nadiem datang ke acara resmi pelantikan Rektor UI dengan mengenakan pakaian dan sepatu "casual". Sementara Rektor memakai toga dan hadirin berpakaian resmi. Milenial boleh akan tetapi menghargai suasana acara juga penting. Tak boleh seenaknya.

Kehebatan sang Menteri juga belum terbukti selain simplikasi solusi pendidikan. Tak ada gagasan yang "greget" dan sistemik. Kepandaian, kepakaran, atau modal yang dimiliki belum sebanding dengan nilai "kecuekan" penampilan. Menteri "ojol" ini pun dinilai memiliki kendali malu yang rendah.

Ujungnya pola dan gaya Presiden juga dinilai.  Semestinya malu jika omongan beda dari kenyataan. Stop impor sambil terus buat perjanjian impor gula atau beras. Sementara hancur hancuran ribuan ton beras yang ada mau " dibuang".

Malu jika bekerja lebih pada gambaran pencitraan. Sekadar "action" menggendong anak, berfoto dengan tunawisma, atau mengasuh cucu yang dipamerkan. Pak Jokowi belum berstatus presiden kharismatik, sehingga pencitraan bukan momen yang tepat.

Budaya malu harus dihidupkan dan ditumbuhsuburkan karena peka terhadap perbuatan yang memalukan adalah suatu kebaikan. Sebaliknya abai pada hal ini menjadi sebab dari kehancuran.

Sabda Nabi “idza arooda an yuhlika abdan, naza'a minhul haya”. Jika Allah menghendaki rusaknya hamba, maka dicabutlah rasa malu.

M Rizal Fadillah

Pemerhati politik

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya