Berita

Wakil Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono/Net

Politik

Kongres Demokrat Diprediksi Hanya Munculkan Dua Agenda, Ketum Tak Jauh Dari Dinasti Cikeas

MINGGU, 08 DESEMBER 2019 | 22:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Meski gelaran Kongres yang dilakukan Partai Demokrat baru akan berlangsung tahun depan, namun peta Kongres Parpol pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diprediksi hanya akan menentukan dua hal.

"Ada dua hal penting, pertama terkait sikap resmi partai terhadap pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Apakah akan mengambil alih peran Gerindra sebagai oposisi atau opsi merapat ke pemerintahan," kata Director Survei and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (8/12).

Menurut pandangannya, posisi sebagai penyeimbang (balancer) bagi pemerintah jauh lebih positif bagi Demokrat dibanding berada di oposisi atau koalisi.


"Bagaimanapun, publik masih bisa melihat figur SBY yang pernah berkuasa selama 10 tahun," sambungnya.

Hal kedua yang diprediksi bakal dibahas adalah soal pemilihan ketua umum. Publik menanti kemungkinan terjadinya pergantian ketua umum. Menurut prediksinya, partai berlambang bintang mercy ini hanya akan menyuguhkan dua pilihan.

"Pertama, SBY didaulat lagi untuk menjadi ketum PD. Kedua, AHY akan ditunjuk secara aklamasi untuk menjadi ketum baru PD dalam Kongres nanti," tandasnya.

Kongres Demokrat diprediksi akan terjadi paling lama bulan Mei 2020 mendatang. Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, pembahasan mengenai Kongres sudah ada di tingkat pengurus pusat.

Namun saat ditanya soal kemungkinan munculnya nama baru yang akan dicalonkan sebagai ketua umum di Kongres nanti, Ferdinand mengaku belum tahu.

"Belum tahu ya (calon ketum). Yang pasti saat ini deras arus bawah, bila memang SBY tak lagi ketua umum, maka AHY adalah sosok penerus estafet kepemimpinan Partai Demokrat ke depan," jelas Ferdinand, Selasa lalu (26/11).

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya