Berita

Jakarta/Net

Politik

PPP Jakarta Usul UU DKI Direvisi, Gubernur Tak Lagi Dipilih Rakyat

MINGGU, 08 DESEMBER 2019 | 15:17 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Muncul aspirasi untuk melakukan revisi UU 29/2007 tentang Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara.

Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Abdul Aziz menyebut, revisi tersebut perlu untuk memperkuat Jakarta sebagai pusat bisnis dan ekonomi menyusul rencana pemindahan Ibukota Negara ke Kalimantan Timur.

Pada revisi UU 29/2007 mendatang, walikota dan bupati di Provinsi Jakarta diharapkan dipilih langsung warga Jakarta. Sementara gubernur cukup dipilih pemerintah pusat karena berfungsi sebagai administrator dan wakil pemerintah pusat di Jakarta.


"Sistem otonomi saat ini dimodifikasi dengan menempatkan otonominya pada tingkat kota/kabupaten dan gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat (bukan kepala daerah) yang memiliki kewenangan administrasi mengoordinasikan kawasan Jakarta sebagai kawasan khusus," kata Aziz saat membuka acara Mukerwil DPW PPP Jakarta, Minggu (8/12).

Azis menyebut pemerintah pusat dan Jakarta perlu bertindak cepat menciptakan sistem yang lebih sistematis, inovatif dan kreatif agar Jakarta mampu bersaing sebagai pusat ekonomi dan bisnis.

"Segera dilakukan penataan ulang sistem pemerintahan dan birokrasi yang lebih efektif dan efisien sebagai kawasan bisnis dan segala bentuk perundangan yang dibutuhkan di mana hal ini berbarengan dengan rencana pembahasan regulasi yang dibutuhkan untuk pemindahan Ibukota NKRI," tambah Aziz.

Aziz meyakini perubahan UU tidak akan mengurangi keistimewaan Jakarta. Sebab kota ini akan menjadi kota terpenting di Indonesia karena akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sudah banyak contoh negara yang sukses memindahkan ibukota mereka dengan tetap menjadi kota yang lama sebagai kota terpenting sekaligus menjadi magnet pertumbuhan ekonomi," pungkas Aziz.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya