Berita

Said Didu/Net

Politik

Said Didu: Orang Kuat Seperti Ari Askhara Biasanya Titipan Penguasa

MINGGU, 08 DESEMBER 2019 | 08:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, Direktur Utama Garuda Indonesia yang dipecat Menteri BUMN Erick Thohir bukan orang sembarangan.

Ari Askhara yang dipecat karena menyelundupkan Harley Davidson dan sepeda Brompton terbilang moncer berkarir di BUMN.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengurai, sejak masuk sebagai jajaran direksi di BUMN pada tahun 2014, Ari Askhara melalang buana. Tecatat, dalam empat tahun dia pindak di 5 jabatan petinggi perusahaan plat merah.


“Artinya, 8 bulan sekali,” ujar Said Didu dalam sebuah wawancara dengan TV One beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sebagai direksi yang kutu loncat, Ari tidak memiliki catatan kesuksesan. Sebab, penilaian terhadapnya tidak mungkin dilakukan karena waktu yang singkat dalam bekerja.

“Waktu jadi Direktur Keuangan di Garuda juga diberhentikan karena kasus, tapi dipanggil lagi jadi dirut,” terangnya.

Intinya, sambung Said Didu, Ari merupakan orang yang tidak sembarangan. Terlebih jika dilihat dari video perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, Ari melakukan inspeksi pasukannya melalui sebuah mobil tua dan berdandan layaknya pendiri bangsa Soekarno.

Kata Said Didu, Ari seperti memberi peringatan bahwa dirinya merupakan seorang pahlawan yang tidak bisa diganggu.

“Dia sangat kuat, biasanya yang seperti ini titipan penguasa,” demikian Said Didu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya