Berita

Foto: Net

Bisnis

Kedok Ari Ashkara Terbuka, Ini Kata Rizal Ramli Soal Skandal Rekayasa Laporan Keuangan Garuda

JUMAT, 06 DESEMBER 2019 | 17:05 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Hanya setahun Ari Ashkara mampu bertahan sebagai pemimpin Garuda Indonesia. Ari yang sejak awal memimpin maskapai penerbangan nasional itu sudah menuai sejumlah kontroversi akhirnya dipecat karena tersangkut kasus penyelundupan motor gede Harley Davidson dan sepeda mini lipat Brompton yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 1,5 miliar.

Pemecatan disampaikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir dalam jumpa pers bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Menteri Keuangan, di Jakarta, hari Kamis (5/12).

Sebelum tersangkut kasus penyelunduran Harley Davidson dan Brompton, sejumlah kasus lain juga harus dihadapi Ari Ashkara. Dari semua itu, yang paling fenomenal dan kontroversial adalah kasus rekayasa  laporan keuangan Garuda Indonesia pada RUPS yang digelar April 2018 lalu.


Di bulan November 2018, Ari menandatangani kerjasama dengan Mahata Aero Teknologi, sebuah startup yang disebutkan memiliki kemampuan menyediakan jaringan internet dan wifi dalam penerbangan. Mahata mendapat hak untuk mengelola wifi pada anak perusahaan Garuda, Citilink.

Nilai kerjasama iti sebesar Rp 3,36 triliun dengan kurs Rp 14 ribu per dolar AS. Menjadi tidak biasa, karena potensi keuntungan dari kerjasama selama 15 tahun itu dimasukkan ke dalam pembukuan Garuda Indonesia sebagai keuntungan.

Ekonom Rizal Ramli masih mengingat skandal itu. Dia termasuk yang mengkritik dan sejak awal mengatakan bahwa ada rekayasa yang sedemikian rupa di balik catatan keuntungan Garuda itu.

Namun tak sedikit para pembela Garuda ketika itu, termasuk di antara mereka pihak-pihak yang disebut sebagai ahli, menyerang balik Rizal Ramli.

Setelah kasus penyelundupan Harley Davidson dan Brompton ini terkuak, dan setelah Ari Ashkara dipecat, Rizal Ramli kembali buka suara.

Dia mengingatkan kasus rekayasa dalam laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2018.

“Rekayasa untung abal-abal,” itu istilah yang digunakan Rizal Ramli.

“Setahun yang lalu, waktu saya ungkapkan rekayasa untung abal-abal laporan keuangan Garuda, banyak so called ‘ahli’ memberi justifikasi ‘pseudo-ilmiah’ bahwa itu ‘wajar’. Kriminal kok wajar?” demikian Rizal Ramli, Jumat (6/12). 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya