Berita

Menkeu Sri Mulyani tengah dipermalukan situasi/Net

Politik

Penerimaan Pajak 2019 Tekor, Pengamat: Sri Mulyani Bukan Menteri Keuangan Terbaik

JUMAT, 06 DESEMBER 2019 | 09:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang Amerika Serikat dengan China turut membuat Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati (SMI) ketar-ketir.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, ketidakpastian global saat ini tidak bisa diprediksi pakar dan pembuat kebijakan. Lantaran pola dan frekuensinya sama sekali tidak bisa dipastikan.

Pernyataan Menkeu dua periode itu langsung mendapat komentar pedas dari Pengamat Ekonomi Politik Ichsanuddin Noorsy.


Menurut Ichsan, ucapan tersebut menunjukan SMI tidak mampu dalam mengelola ekonomi fiskal negara.

"Dari kalimat dia yang tidak mampu mengantisipasi ketidakpastian, ditambah dengan kondisi internal ekonomi kita," katanya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (5/12).

Kondisi internal ekonomi RI, disebutkan Ichsan juga sedang terjun bebas. Hal itu dapat dilihat dari target pajak yang kemungkinan besar tidak terpenuhi. Karena pada Oktober 2019 realisasinya baru mencapai Rp 1.173,89 triliun atau 65,71 persen dari target APBN sebesar Rp.1.786,38 triliun.

"Maka sebenarnya Sri Mulyani sedang dipermalukan situasi, dia bukan Menteri Keuangan terbaik. Kalau dia Menteri Keuangan terbaik enggak akan bilang kaya gitu," tandas Ichsan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya