Berita

Zeng Wei Jian/Net

Publika

Tionghoa Serba Salah

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 | 07:11 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

THE Yin-Yang. Hitam putih. Good & evil. Siang-malam. “It tales two to Tao“, kata Ana Claudia Antunes.

Di Indonesia, seperti kata author of The Master of Stupidity, Toba Beta; “There's eternal opposition between yin and yang". The Orthodox vis-a-vis The progressive. Moderat lawan ultra-konservatis.

Tionghoa as the third party is always at the crossroad. Ke kiri salah, ke kanan apalagi. Diam sama salahnya.


Element orthodox build-up story; Tionghoa punya roadmap kolonialisasi Indonesia. Tindas pribumi. Kontrol ekonomi first. Lalu kuasai politik.

Ahok dijadikan permanent evidence. Hukum telah dia terima. Tetap saja dia harus divonis. Never forgive-never forget. Lebih dari itu, the whole Chinese camp should take the blame.

Karena bagi mereka; Chinese is monolith. No yin-yang whatsoever. Chinese is bad. A good China man is an exception. Buktinya cuma Lieus Sungkharisma kontra Ahok dan Pro Habib Rizieq Shihab.

Serba-salah. Dulu Tionghoa dikecam sebagai economic animal. The progressive group minta Tionghoa turun ke politik.

But damn, saat Harry Tanoe bikin partai dan triple minority Grace Natalie dipercaya pimpin parpol, the dark force tuding mereka bagian dari skenario menguasai negeri dan menindas pribumi.

The fundamentalist klaim dahulu Tionghoa main proxy politik. Sekarang acting as donor sekaligus player.

Nyatanya; figure seperti Grace Natalie hanya proxy. This is all about class contradiction. Bukan problem kontradiksi rasial.

You, mau China-Arab-pribumi asal kere ya ditindas. The middle class fungsinya di tengah. Bisa jadi perpanjangan tangan bohir atau patriot pembela si miskin.

Kaum extrimis anti minoritas adalah faktor satu-satunya yang bikin Tionghoa solid Pro Ahok.

Mereka ini akan menjadi batu penghalang Anies Baswedan menjadi presiden di masa depan.

Tionghoa terlalu lemah, ngga punya basis massa, sekali pun punya duit, untuk menguasai Indonesia dengan seribu budaya.

Tionghoa dan minoritas lain menjadi faktor penentu tambahan kemenangan Jokowi yang moderat kekiri-kirian.

Kaum radikal orthodox ngga jahat. Mereka memimpikan masyarakat madani. Ingin ciptakan Indonesia Adil-Makmur.

Tapi their closed-minded, self proclaimed, egoistic world view jadi problematik.

Tionghoa dan the other minorities terpaksa mendukung kelompok moderat-progressive merah-putih sesuai Khittah NU tahun 1926 dan konsensus 1945 dibanding bergabung dengan element rasis ISIS wannabe yang ga cape-capenya merilis slogan “jangan belanja di mart milik China kafir".

Mereka ngga segitu idiot. Ga segitu gilanya. They ain't no stupid whatsoever motherf**kers!

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Keterbukaan Informasi Bagian Penting Pelayanan Publik

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:03

Wajah Buruk AS Tak Bisa Lagi Dipoles sebagai Polisi Dunia

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:02

Bupati Rejang Lebong M Fikri Thobari Dibawa ke Jakarta Usai OTT Pagi Ini

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:55

Seret ke Pengadilan Pelaku Pengeboman Ratusan Anak Perempuan di Iran

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:39

Bupati Rejang Lebong M Fikri Thobari Kena OTT KPK

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:36

Secara Ekonomi AS Babak Belur Gegara Serang Iran

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:28

Iran Tak akan Negosiasi dengan AS-Israel Lewat Diplomasi

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:24

Fokus Merawat Stabilitas di Tengah Gejolak Harga Minyak Dunia

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:18

APBN di Tepi Jurang, Kinerja Purbaya Mulai Dipertanyakan

Selasa, 10 Maret 2026 | 04:42

Selengkapnya