Berita

Polri ungkap puluhan WN China pelaku penipuan/RMOL

Presisi

Hasil Nipu, Pelaku WN China Mampu Raup Untung Rp 36 Miliar

SELASA, 26 NOVEMBER 2019 | 18:04 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Puluhan Warga Negara (WN) China yang diringkus jajaran Polda Metro Jaya telah meraup keuntungan hingga miliaran rupiah dari hasil penipuan via telepon terhadap penduduk China.

Hal tersebut diketahui setelah pihak kepolisian Polda Metro Jaya melakukan investigasi bersama pihak Duta Besar China untuk Indonesia.

"Dari hasil investigasi yang kita lakukan sementara, kerugian yang dialami sebesar Rp 36 miliar," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (26/11).


Dari tiap transaksi, pelaku meraup dengan nominal yang bervariasi. Gatot belum bisa menjelaskan nominal tersebut lantaran proses penyelidikan masih berlangsung.

"Ada yang kecil dan ada besar. Tapi ini kami hitung semuanya sekitar Rp 36 miliar, ini hasil sementara masih dihitung lebih lanjut," jelas Gatot.

Kerugian yang dialami korban yang merupakan warga China dan tinggal di negara China tersebut dihitung sejak tiga hingga empat bulan lalu.

Selain itu, Polda Metro Jaya masih berkoordinasi dengan pihak Imigrasi serta Bidang Hubungan Internasional terkait penahanan 85 WN China tersebut.

"Saat ini kami sedang koordinasi dengan Bidhubinter dengan imigrasi soal penahanan pelaku kejahatan ini," terangnya.

Penangkapan ini dilakukan oleh petugas gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro, Senin (25/11). Polisi menangkap 91 orang dari tujuh lokasi berbeda di Jakarta, Tangerang, dan Malang Jawa Timur di mana, 85 orang merupakan WN China dan 6 orang lainnya WNI.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya