Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Wacana Presiden Tiga Periode, Pengamat: Demokrasi Kita Dikangkangi Partai Politik

SELASA, 26 NOVEMBER 2019 | 03:25 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Bergulirnya wacana presiden dapat menjabat tiga periode di MPR RI seolah menunjukkan pemerintah disandera oleh partai politik. Pasalnya, kekuatan oligarki yang mengendikan negara ini semakin menjadi-jadi jika sampai wacana tersebut direalisasikan.

Begitu kata Direktur Eksekutif Paramater Politik Indonesia Adi Prayitno kepada wartawan seusai mengisi diskusi publik bertajuk "Ngeri-Ngeri Sedap Larangan Mantan Napi Korupsi Maju Pilkada" di Kawasan Cikini Raya, Selasa (25/11).

"Ini ada kecenderungan demokrasi kita dimana kecenderungan-kecenderungan politik itu ditentukan dan dikangkangi oleh partai politik. Jadi rakyat dikurangi peran-perannya," kata Adi.


"Makanya tadi saya bilang, suka tidak suka negara ini rezim partai politik. Baik buruknya negara ini sangat ditentukan oleh bagaimana partai politik ini bersikap," sambungnya.

Adi menyatakan, wacana tersebut bukan tidak mungkin akan terjadi jika dibiarkan tanpa resistensi dari semua pihak termasuk partai politik. Sebab, wacana presiden tiga periode seolah mengesampingkan perjuangan reformasi beberapa tahun silam.

"Jangan pernah sekali-kali mengusulkan jabatan presiden 3 periode. Bangsa ini susah payah merebut reformasi itu," tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada pemerintah semestinya mengedepankan wacana-wacana yang lebih substansial untuk kemajuan demokrasi ketimbang melontarkan wacana yang justru mundur ke belakang.

"Kalau mau serius memperbaiki kualitas demokrasi ya mulai hal-hal yang sifatnya substansial. Jangan coba-coba kembalikan Pilkada kepada DPRD, jangan pernah sekali-kali mengusulkan jabatan presiden 3 periode. Bangsa ini susah payah merebut reformasi itu," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya